Kota Bengkulu Pemerintahan

Aset Milik Pemkot Digarap dan Dijual Oknum Warga,Walikota Diminta Tegas

Kota Bengkulu,Beritarafflesia.com– Lahan tanah seluas lebih kurang setengah hektar yang terletak di belakang toko marbun Rt 20 kelurahan lingkar barat kecematan gading cempaka kota Bengkulu yang merupakan aset milik pemerintah kota Bengkulu telah di garap dan di perjual belikan oleh oknum warga setempat di ketahui yang berinisial GR 50 tahun.

Dari penelusuran tim media Beritarafflesia.com saat di lapangan, Di ketahui tanah aset milik pemkot Bengkulu ini di garap salah satu warga dari tahun 1989 silam, saat ini kondisi tanah tersebut sudah di padati dengan bangunan rumah milik warga yang bersetatus masih satu keluarga dengan penggarap yg berinisial GR 50 tahun yang berasal dari kabupaten Kaur.

Saat di temui wartawan media Beritarafflesia.com di kediaman GR pada sabtu (29/08), Ia membenarkan bahwa bangunan rumahnya beserta keluarganya tersebut berada di atas Tanah milik Pemkot.

Ia juga mengakui telah menggaraf tanah tersebut dari tahun 1989 yang saat itu sudah tukar guling dengan pihak Bank Eksim.

“Benar saya menggarap lahan milik pemkot Bengkulu ini setelah tukar guling dengan pihak bank Eksim dari tahun 1989, saat itu kondisi tanah masih hutan Belukar dan rawah”Kata GR

Bahkan GR juga sudah beberapa kali mencoba mengusulkan kepada pihak pemerintah kota Bengkulu untuk membuat sertifikat,namun masih ditolak oleh pemerintah kota.

“Saya sudah berapa kali mencoba mengusulkan untuk pembuatan sertifikat ke pemda kota,saat Ahmad Kenedi (Bang Ken) masih menjabat sebagai Walikota Bengkulu, tapi tetap di tolak. Ya sudah tanah yang saya bangun rumah ini sampai sekarang belum ada setatus surat apapun dari pemerintah” Ujarnya.

Sementara itu menurut Mantan wakil ketua pansus DPRD kota Bengkulu Heri ifzan,SE menegaskan, pemerintah kota terutama  Walikota dan Wakil walikota Bengkulu  sudah saat nya mengambil langkah tegas,karena mengingat sudah banyak lahan tanah yang merupakan aset milik pemkot telah di kuasai oleh oknum masyarakat. jangan sampai ketika sudah di kuasai oleh pihak lain, Pemerintah kota bengkulu,seperti orang kebakaran jenggot. baru  ingin mengambil  tindakan

“Sebaiknya pemerintah kota Bengkulu bersikaf tegas,dan segera mengambil tindakan untuk menertibkan semua aset,selain itu data yang dimiliki agar selalu di up-date setatusnya secara berkala.Sehinga, Aset yang menjadi hak pemerintah daerah sepenuhnya bisa pertanggungjawabkan” Tegas Ifzan

Ditambahkan ifzan” tidak hanya aset milik pemerintah kota yang ingin di kuasai oleh Mavia penggaraf tanah, Namun Tanah milik warga sekitar juga akan dikuasai dan dijual oleh oknum warga atas yang berinisial Gr tersebut.

Selain itu dikatakan Ifzan, warga yang  berinisial GR tersebut menggarap lahan itu bukan dari tahun 1989 melainkan Saat kepemimpinan Ahmad Kenedi (Bang Ken) menjabat sebagai walikota Bengkulu pada tahun 2007 – 2012 lalu.

“ jadi kalau dia menggarap lahan itu dari tahun 1989 seperti yang di sampaikan oleh oknum inisial Gr, itu semua tidak benar adanya. Ungkap ifzan.(Rian)

Share this:

Related posts

Sukseskan Seribu Jalan Mulus, Dinas PUPR Kota Bengkulu Bangun Jalan Penghubung Antar RT

Berita rafflesia

Helmi: Lakukan Gerakan Menanam Berjuta Buah, Berjuta Pohon

Berita rafflesia

Unras di KPU Provinsi Bengkulu Berlangsung Tertib

Berita rafflesia

Leave a Comment