Atasi Penyebaran Hoax, Pemkot Gelar Sosialisasi ke Masyarakat Tentang Penggunaan Medsos

Atasi  Penyebaran Hoax, Pemkot Gelar Sosialisasi Tentang Edukasi Penggunaan Medsos

Bengkulu, Beritarafflesia.com- Era digital merupakan aktivitas masyarakat penyebarluaskan  informasi dengan menggunakan teknologi digital canggi

Disini media sosial sangat berperan dalam penyebaran informasi bagi masyarakat luas. Karen sejak dibangun, media sosial memang diperuntukkan sebagai wadah bagi para penggunanya agar dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan bertukar informasi dan ide di suatu komunitas maupun jejaring virtual.Hendari Penyebaran Hoax, Pemkot Gelar Sosialisasi ke Masyarakat Tentang Penggunaan Medsos.

Pemkot Sosialisasi Cakap Digital Dengan Konten yang Sehat

Di samping itu, media sosial juga dapat memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, sehingga jarak dan waktu bukanlah menjadi permasalahan dan alasan lagi untuk bisa mengenal orang lebih banyak. Lebih mudah mengapresiasikan diri, dan menyebarkan suatu informasi pun dapat berlangsung secara cepat dengan biaya yang jauh lebih murah.

Tetapi seiring waktu berjalan, media sosial mulai banyak disalahgunakan. Konten-konten bersifat negatif mulai bersebaran. Hal ini menjadi sebuah titik lemah penggunaan medsos di zaman sekarang.

Terkait fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Kominfo menyikapinya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bijak dalam bermedsos.

Kapolresta Bengkulu AKBP Andi Dady Nurcahyo

Diskominfo langsung menggelar sosialisasi penyebaranluasan informasi melalui media sosial dengan tema “Cakap Digital Dengan Konten yang Sehat” di hotel Santika.

Kegiatan dibuka langsung oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan didampingi Wakil Walikota Dedy Wahyudi, Kapolresta Bengkulu AKBP Andi Dady Nurcahyo, Kajari Bengkulu Yunitha Arifin, Sekda Arif Gunadi, yang juga bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi.

Di momen ini, Helmi mengungkapkan dirinya merasakan suasana saat ini sudah berubah. Sikap sopan, santun, ramah tak ditemukan lagi di dunia medsos.

Kajari Bengkulu Yunitha Arifin

“Kita merasakan suasana berubah. Ada grup namanya surga, tapi isinya neraka. Di dalamnya sana sini ngupek (mengumpat). Ini suatu kejahatan, bisa dipersoalkan secara hukum, bahkan bisa masuk penjara karena status, share atau membuat statmen negatif,” ungkap Helmi.

 

Apalagi di Indonesia, netizennya dikenal paling ganas di dunia. Berdasarkan data terbaru dikutip okezone.com, Indonesia berada di posisi 4 karena netizennya yang bar-bar. Konten-konten seperti Hoax, Scam, Penipuan, Ujaran kebencian, serta Diskriminasi terus mewarnai dunia medsos di Indonesia.

Tetapi di Kota Bengkulu sendiri, Helmi tak ingin hal itu terjadi, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam bermedsos. Bahkan ia ada cara tersendiri agar medsos bermanfaat di tengah masyarakat dan memberikan dampak positif.

“Dengan teknologi, kita (Pemerintah) ingin membantu masyarakat. Saya, Wawali menyebarluaskan nomor whatsapp (WA), tujuannya apabila masyarakat ada masalah dan minta dibantu bisa menghubungi Walikota dan Wawali langsung tanpa bertemu. Karena wajah itu tak penting, yang terpenting masalah itu selesai atau tidaknya. Alhamdulillah hal itu terus berjalan di Kota Bengkulu dan banyak masyarakat terbantu,” tuturnya.

Ia juga menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan bermanfaat.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi cakap digital dihadiri beberapa Kepala OPD, Camat dan diikuti 210 peserta dari 67 Kelurahan.(BR1)