Hukum Uncategorized

Bandar Narkoba Ditangkap Saat Pesta, Salah Satu Pemakai Gadis Di Bawah Umur

LAMPUNG, Beritarafflesia.com – Sat Narkoba Polres Tenggamus Lampung meringkus tiga oknum pengedar narkoba, dengan masing-masing inisial yakni Ma alias Ka (31, kemudian DS alias Ra (33) dan Ja (42). Ka sendiri merupakan residivis dalam kasus serupa dan baru lepas dari penjara pada Juni 2019 lalu,

Ketiga pelaku diamankan di tiga tempat berbeda, namun masih daerah dalam lingkup Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. pada Kamis siang (16/1/20).

Petugas mengamankan 27 plastik klip berisi sabu dengan berat Brutto 16,31 gram, 3,5 butir pil ekstacy, 2 timbangan digital, 8 bundle plastik, 7 plastik klip bekas pakai, 2 skop terbuat dari pipet/sedotan plastik, 2 alat hisap sabu/bong, 8 handphone, tas pinggang dan dompet sebagai barang bukti.

Dalam  penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan dua orang pemakai gadis remaja berinisial PA (18) warga Kecamatan Talang Padang dan pemakai narkoba lainnya yakni He (37) warga Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. Saat dimintai keterangan, keduanya mengaku terbujuk rayuan untuk mencoba barang haram tersebutmnelalu media sosial.

PA mengaku dirinya terjebak oleh bujuk rayu salah satu pelaku, Ma alias Ka, setelah mereka berkenalan melalui jejaring sosial facebook. Ma yang menjanjikan Pa makanan dan minuman malah dicekoki sabu.

Kasat Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan, SH menjelaskan bahwa penangkpan bermula ketika masyarakat memberikan informasi ke kepolisian tergait dugaan bahwa Ma alias Ka merupakan bandar sabu di wilayah Kota Agung dan sekitarnya.

“Salah satu pelaku merupakan resedivis dalam perkara yang sama, yakni Ma alias Ka. Saat penangkapan di dalam rumahnya terdapat sejumlah orang yang tengah melakukan transaksi dan ada yang lagi menggunakan narkotika,” ungkap AKP Hendra Gunawan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Kamis (16/1) sore.

Keempat pelaku penyalah gunaan narkoba dikenakan pasal 111, 112, 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan tersangka satu lagi, PA, diterapkan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak lantaran masih di bawah umur.

“Salah satu pelaku masih dalam kategori anak, maka akan diupayakan sistem peradilan anak melalui diversi ataupun rehabilitasi,” ujar Hendra.(Cecep)

Share this:

Related posts

Polres BS Pasang Spanduk “NETRAL”

Berita rafflesia

Pemkab RL Jadikan Pengetahuan Berlalulintas Masuk Kurikulum Pendidikan

Berita rafflesia

Tak Berizin, Reklame Pelindo Dicabut Warga

Berita rafflesia

Leave a Comment