Lebong Pemerintahan

Bupati Lebong Surati Kementerian ESDM Terkait Polemik Tambang Emas PT TME

Lokasi tambang emas PT Tansri Majid Energy di Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara

Lebong, (Beritarafflesia.com) – Jum’at (23/7) Buntut pengamanan 12 penambang emas tradisional oleh kepolisian, Bupati Lebong Kopli Ansori langsung menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kopli meminta pihak kementerian mengevaluasi izin operasi PT. Tansri Majid Energy (TME), tambang emas yang berlokasi di Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara.

Dikatakan Kopli, izin operasi TME itu sudah diberikan sejak 2006. Evaluasi harus dilakukan tidak hanya karena pabrik tambang emas bekas bangunan kolonial Belanda MMRL Lebong Donok  itu masuk lokasi cagar budaya yang artinya dalam perlindungan negara.

”Namun juga berkaitan dengan nihilnya kontribusi perusahaan itu terhadap PAD (pendapatan asli daerah, red) Lebong,” kata Kopli.

Selain tidak ada pembagian hasil yang jelas atas aktivitas penambangan, TME juga tidak menjalankan kewajiban mengeluarkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada lingkungan sekitar. Bahkan selalu memicu konflik dengan masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan tradisional.

”Artinya tidak ada dampak positifnya terhadap Kabupaten Lebong,” tegas Kopli.

Di sisi lain, Kopli juga memastikan akan menyurati pihak TME. Tujuannya meminta komitmen TME terhadap insiden konflik dengan masyarakat yang melakukan penambangan secara tradisional.

”Soalnya TME mengklaim lokasi tambang tradisional itu masuk wilayah operasinya, sementara masyarakat merasa lokasi tambang emas itu tidak bertuan sehingga dalam praktiknya sering memicu konflik,” papar Kopli. (BR)

Share

Related posts

Buka Musrenbangcam TAP, Wabup BU akan Perjuangkan Seluruh Usulan Prioritas

Berita rafflesia

Pemprov Bengkulu Fokuskan Peningkatan Produktivitas Pertanian

Berita rafflesia

Kemenkumham Dan Bappas Bengkulu Bagikan 544 Paket kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Berita rafflesia

Leave a Comment