Kota Bengkulu Pemerintahan

David Suardi Keluhkan Tata Kelola Pantai Panjang

BENGKULU, Beritarafflesia.com – Bakal Calon Gubernur Bengkulu jalur Independen, David Suardi memberikan beberapa keluhannya  terkait tata kelola pariwisata pantai (11/01/2020). Menurutnya, saat ini daerah kawasan Pantai Panjang masih belum dikelola dengan baik.

David pun memberikan contoh hal yang membuat pengelolaan pariwisata pantai Bengkulu belum maksimal, yakni tata letak lapak pedagang di sepanjang pantai, serta jarak yang jauh dengan bibir pantai.

“Soal keluhan pengunjung yang bilang pantai tidak kelihatan karena tertutup warung atau tenda. Selain itu juga terhalang pepohonan. Sejak dibangun pemecah ombak sepanjang pantai, tanah maupun pasir di daerah pinggir memang agak dinaikkan, sehingga menutup pandangan ke pantai. Jembatan panjang dekat BIM yang dibangun sebagai ruang pembuka juga tidak terlalu berhasil, karena dinding pembatas jembatan terlalu tinggi,” papar David.

Terkait tata letak lapang pedagang, hal tersebut masih belum menemui solusi akibat kurangnya kebijakan dinas terkait tata kelola kawasan ekonomi.

“Pedagang yang berada di pinggir pantai juga tidak bisa dipindahkan ke sisi jalan lainnya, karena sisi jalan itu sudah penuh dengan mall, hotel dan kafe permanen,” tuturnya lagi.

Parahnya lagi, tempat yang sduah sengaja disiapkan oleh pemerintah untuk para pedagang tersebut justru terbengkalai. “Pedagang sudah dibuatkan pusat kuliner seperti yang dekat Pantai Berkas. Tapi nasibnya gak jelas. Kosong dan lama-lama akan rusak karena tidak dipakai. Mungkin karena tempatnya terlalu masuk ke dalam, sedangkan para pedagang maunya jualan pas di pinggir jalan,” lanjutnya.

Di samping masalah sampah, Ia juga menyayangkan sikap pemerintah terkait masalah kenakalan remaja di sekitar pantai Bengkulu.

“Saya hampir tiap pagi jogging di sepanjang pantai. Di tempat-tempat yang tertutup oleh semak belukar atau pohon cemara yang masih rendah dan padat, saya seringkali menemukan bekas komix dan kaleng lem aibon yang berserakan. Dari keterangan para pedagang yang ada di pinggir jalan, biasanya sering ada rombongan anak sekolah yang suka masuk ke sana. Masih pakai seragam, juga pada jam sekolah. Kemungkinan pesta,” papar David.

Selanjutnya, ia juga memberikan komentar terkait baliho besar yang terpasang di sepanjang jalan pantai. Menurutnya, baliho semacam itu kurang pantas teutama bagi anak di bawah umur.

“Juga terkadang masalah baliho kafe-kafe di sepanjang pantai yang terkadang memasang foto perempuan dengan pakaian yang kurang pantas. Tentu saja akan dilihat oleh semua orang yang lewat, termasuk anak-anak. Mohon ini juga ditertibkan,” ujarnya.

Terakhir, David memberikan usulan langkah antisipasi pengelolaan pantai agar nampak dari badan jalan, yakni dengan memangkas dahan-dahan bawah dari cemara yang masih rendah.

“Sehingga nanti pantai bisa dilihat dari jalan, dan tidak ada lagi tempat tersembunyi yang tidak terpantau,” tutupnya. (RN)

Share this:

Related posts

Wawali Dedy Terima Kunjungan Dari Dandenpom II/I Bengkulu

Berita rafflesia

Ucap Terima Kasih Warga Kota Bengkulu: Kami Selalu Mengharapkan Kepedulian Bapak

Berita rafflesia

Personil Damkar dapat Bingkisan dari Warga kota Bengkulu

Berita rafflesia

Leave a Comment