Uncategorized

Dinkes kota Gelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Jurnalis Tentang Covid 19

Kota Bengkulu, Beritarafflesia.com – Peran jurnalis sebagai penyampai berita kepada msyarakat sangat dibutuhkan. Jurnalis diminta untuk menyaring informasi agar tidak terjadi tumpang tindih.

Terkait hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengelar sosialisasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan Jurnalis tetang Covid-19, Bertempat di Aula Kodim 0407 Kota Bengkulu, Sabtu (06/06/2020) pagi.

Kegiatan ini dihadiri Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang diwakili Asisten 1 Bujang AR, bersama Kodim 0407 Kota Bengkulu, Kadinkes Kota Bengkulu Susilawati, dan Waka Polres Kota Bengkulu serta puluhan wartawan.

Walikota Bengkulu Helmi Hasan melalui Asisten I Bujang AR, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Dinkes Kota Bengkulu bekerjasama dengan Kodim 0407 Kota Bengkulu tersebut.

Ia berharap dengan kegiatan ini semua wartawan, sebagai penyampai informasi dapat teredukasi pengetahuan tentang pencegahan penyebaran Covid 19.

“Kalau semua wartawan atau peserta yang ikut kegiatan ini sudah paham maka paling tidak dalam rutinitas kejurnalistikannnya mampu memberikan edukasi kepada masyarakat luas,” ujarnya

Dandim 0407 Kolonel Inf Uchi Cambayong SIP Bengkulu mengatakan peran media dalam menyampaikn informasi haruslah akurat dan berimbang.

“Mari para jurnalis untuk kita memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat tentang bahaya virus covid-19, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan serta masyarakat tetap waspada” ungkapnya.

Selain itu, Kolonel Inf Uchi Cambayong SIP, dalam materinya juga menyampaikan seputar wawasan kebangsaan dalam ancaman radikalisme dan paham komunis.,

“Bahaya bangkitnya Komunisme, Kodim ajak masyarakat waspadai bahaya laten komunis, dan ini kerap muncul setiap momentem besar seperti pilpres, pileg, pilkada, sosial budaya seperti narkoba. Mari kita cegah kominus dan radikalisem dengan cara banga jadi anak indonesia,” paparnya.

Sementra itu Kadinkea Kota Bengkulu Susilawati memaparkan tengang perbedan antara Orang Dalam Pemantauan (ODP) Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Orang Tanpa Gejala (OTG) serta Pasien yang dinyatakan positif covid-19.

“Mungkin masih banyak orang yang kebingungan dalam membedakan dan mengetahui penanganan yang didapat dari ketiga kriteria tersebut. Perlu dipahami, kriteria tersebut dibuat untuk mengelompokkan risiko serta penampakan gejala dari orang-orang yang mungkin atau sudah terpapar virus Covid-19.

Pada awalnya, istilah OTG atau Orang Tanpa Gejala belum muncul, istilah yang lebih dulu ada adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).


Susilawati menjelaskan bahwa ODP dan PDP dibedakan melalui riwayat kontak fisik dan riwayat perjalanan mereka.

“Yang paling membedakan antara ODP dan PDP adalah kontak fisik dengan penderita corona atau yang bersangkutan memiliki histori perjalanan ke sejumlah negara terjangkit corona,” jelasnya. (Dika)

Share this:

Related posts

Jelang Idul Fitri, DPRD Minta Pemprov Bengkulu Gencar Lakukan Operasi Pasar

Berita rafflesia

Anggaran Publikasi Di Pangkas Pemerintah, Perusahaan Pers Nyaris Gulung Tikar

Berita rafflesia

Kabid Dokkes Polda Bengkulu Ikuti Pelatihan Pasca Bencana di Semarang

Berita rafflesia

Leave a Comment