Adv

Direktur RSUD M.Yunus Imbau Masyarakat Waspada Ada Virus Baru Tersebar di Indonesia

Direktur RSUD M.Yunus Zulki Maulub Ritonga
Bengkulu,Beritarafflesia.com- Direktur RSUD M.Yunus Zulki Maulub Ritonga,20/5/2021 menerangakan bahwa saat ini di harapkan harus waspada, karena di indonesia terdapat 3 varian baru virus corona yakni varian B.1.1.7, varian B.1.3.5.1 dan varian B.1.6.1.7. virus baru ini lebih ganas dari virus corona, dan ini sudah tersebar di Indonesia.
Ketiga varian ini diperkirakan lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya,karena bisa pantau dari beberapa negara yang telah mengonfirmasi kenaikan kasus seiring ditemukannya varian baru ini di negaranya.
Salah satunya di India dan Malaysia. Maka Direktur Ā RSUD M.Yunus menghimbau kepada MasyarakatĀ  untuk semakin ketat menerapkan protokol kesehatan 3M dan mengurangi mobilitas ke luar rumah apabila tidak mendesak.Untuk menghindari penularan Covid-19.

Berikut 3 varian baru Virus Covid-19.yang tersebar di indonesia, Dikutip dari akun Instagram dan laman resmiĀ Kementrian Kesehatan, berikut 3 varian baru Covid-19 yang sudah ada di Indonesia:
  1. Varian B.1.1.7Ā 
Varian ini dikenal dengan sebutan varian Inggris. Tingkat penularan varian ini bisa mencapai 36% hingga 75% dibandingkan dengan jenis virus corona yang beredar sebelumnya.
Varian B.117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.
Di Indonesia pun, varian B.1.1.7 adalah varian rata-rata yang ditemukan pada pengujianĀ genome sequencing.Ā  Sudah ada 13 kasus transmisi lokal sejak periode Februari hingga April 2021.
  1. Varian B.1.6.1.7
Varian B.1.6.1.7 juga dikenal dengan sebutan varian Covid-19 India. Varian ini juga sudah bersikulasi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Varian B.1.6.1.7 juga menjadi penyebab peningkatan kasus aktif di Malaysia sebanyak lebih dari 30 ribu kasus per hari pada 2 Mei 2021.
Meski demikian, masih ada analisa lebih lanjut apakah peningkatan kasus terkait dengan varian baru ini.Ā  Sementara, penemuan kasus B.1.6.1.7 pertama kali di Jakarta pada 3 April 2021 pada warga negara Indonesia.
  1. Varian B.1.3.5.1
Varian B.1.3.5.1 dikenal dengan istilah varian Afrika Selatan.
Kasus B.1.3.5.1 ditemukan pertama kali di Bali pada 25 Januari 2021. Pasien B.1.3.5.1 meninggal pada 16 Februari 2021.ā€ (Phr) Adv
Share

Related posts

Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Lakukan kunkerĀ  Ke KPH Lakitan Bukit Cogong

Berita Rafflesia

Pemkab Seluma Menerima Piagam Penilaian Kinerja DalamĀ  Aksi Konvergensi Suting 2020

Berita rafflesia

Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Resmi Dilantik Gubernur

Berita rafflesia

Leave a Comment