advertorial Bengkulu Tengah Daerah

DPRD Benteng Sidak Ke Gunung,5 Wanita Penghibur Dan 2 Pemilik Warem Di Amankan Petugas

BENTENG,Beritarafflesia.com- Ketua Komisi I Arsyad Hamzah S.E, Bersama jajarannya dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bengkulu Tengah, dan di Back Up oleh anggota Polres, serta Satpol PP turun kelapangan,untuk melakukan penertiban terhadap warem yang beroprasi di wilayah sepanjang jalan yang berada di gunung liku 9 hingga ke perbatasan Bengkulu tengah dengan kepahiang pada Jum’at malam, (25-01-2020) mulai dari pukul 09.00 wib sampai pukul 01.00 wib

Sidak anggota DPRD benteng dan di dampingi anggota kepolisian ini,menindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait kehadiran warung-remang-remang yang dikenal sudah meresahkan.

Miskipun pada malam itu kondisi sedang hujan deras, Namun tak mengurungkan niat para wakil rakyat bersama anggota kepolisian Benteng ini tetap semangat terjun kelokasi, untuk melakukan penertiban terhadap warung remang-remang yang menyediakan pekerja seks komersial (PSK) kemudian di tindak tegas.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Benteng Arsyad Hamzah S.E, didampingi rombongan menjelaskan, Bahwa pihaknya dari DPRD bersama anggota Kepolisian dari polres,dan Satpol PP Benteng turun kelapangan ingin melihat langsung terkait laporan masyarakat yang mana di jl Gunung liku 9 ini terdapat warem yang sudah meresahkan.

“Walaupun suasana hujan deras, tapi kami bersama teman teman dari polres serta anggota Satpol PP Benteng, tetap semangat untuk melakukan sidak ke Gunung ini,ternyata memang benar banyak warung remang-remang yang beropersi dan Bahkan setiap warem tersebut menyediakan wanita penghibur, dan kita malam ini telah mengamankan 5 orang wanita penghibur dan 2 orang pemilik warung Remang-remang.” Jelas Arsad

Arsyad juga menghimbau” Pihaknya selaku anggota Legislatif akan segera menerbitkan perda yang menyangkut permasalahan warung remang-remang yang menjual Minuman  keras serta menyediakan wanita Pekerja  Seks Komersial(PSK), demi untuk keamanan masyarakat khusunya yang berada di wilaya kabupaten Bengkulu tengah.”Imbuh menambahkan

Lanjut Arsad”,Melihat dari hasil sidak malam ini sangat miris,Benteng ini pintu masuk dari berbagai Provinsi dari daerah lain. ,bagaimana akan mendapat kesan yang baik di Benteng ini, kalau baru masuk pintu Kabupaten Bengkulu Tengah ini sudah di warnai dengan warung remang-remang dan wanita penghibur(PSK).ini saja sudah mencoreng nama baik Benteng” Tegas Arsyad.

Terpisah, menanggapi hasil sidak tersebut,Kasatpol PP Benteng melalui sekretarisnya Aankusnandar kepada wartawan mengatakan” selama ini pihaknya mengalami kesulitan untuk menindak tegas terhadap warem yang sudah meresahkan masyarakat tersebut, karena sepanjang belum ada peraturan secara resmi,baik dari DPRD maupun dari Pemda Benteng kita belum berani untuk melakukan penertipan.

“Ya kita di Benteng ini terkendala masalah perda,terutama perda yang menyangkut kegiatan di Gunung liku 9, karena belum ada perda yang mengatur hal tersebut, Untuk itu kedepan kami juga akan mengusulkan perda tersebut ke DPRD agar supaya secepatnya di terbitkan,  sehinggga kami dari Satpol PP bisa berkerja berdasarkan perintah dan peraturan yang berlaku” Ungkap  Aankusnandar.Adv(JP)

Share this:

Related posts

Kunjungi UPT Pelkes Dan Labkes, Komisi III DPRD Provinsi Beri Dukungan Nakes Lawan Covid-19

Berita rafflesia

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanggo Raso BS Lantik Panitia Pilkades

Berita rafflesia

Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Resmi Ditahan Polisi

Berita rafflesia

Leave a Comment