Bengkulu Tengah

Dua Ormas Siap Lapor Indikasi Korupsi Pembelian Tanah Kantor BPS Benteng

Bengkulu Tengah, Beritarafflesia.com, – Dalam waktu dekat 2 ORMAS Bengkulu, yakni Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KIBAR dan PIJAR akan melaporkan dugaan mark up terhadap Pembelian lahan seluas 3.000 M2 Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkulu Tengah ke Penegak Hukum. Pasalnya, lahan yang dibeli seharga Rp.- 800 Juta tersebut dinilai janggal.

“Ada beberapa point kejanggalan, Kami menduga terjadi tindak pidana korupsi terhadap pembelian lahan tersebut,” ujar Anton Ketua LSM KIBAR kepada redaksi, Rabu (5/8/2020).

Ia mengatakan, dari perbandingan harga lahan pada Desa setempat hanya berkisar Rp.-100 – Rp.-150 Juta untuk satu Hektare, Selain harga yang dinilai terlalu tinggi, proses pembelian lahan pun diduga tanpa mekanisme yang jelas.

“Bagaimana mekanisme pembelian lahan yang bersumber dana APBN tersebut kita tidak tahu pasti, Yang jelas pada SIRUP BPS dan LPSE tidak ditemukan item pembelian lahan BPS,” Ungkapnya

Selanjutnya di tempat yang sama menurut Ketua ormas Pusat Informasi Dan Jaringan Rakyat (PIJAR) Apriansyah mengungkapkan, dari hasil investigasi nya dilapangan, bahwa informasi yang ia terima dari pihak kepala desa setempat, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di daerah Kecamatan Karang Tinggi selama ini hanya berkisar Rp-10.000 per meter, dan belum ada perubahan, karna jika ada perubahan NJOP tentu melalui proses perbub.

“Kami tidak mau berasumsi. Biarlah penegak hukum mengusut tuntas dugaan kerugian keuangan Negara melalui BPS Bengkulu Tengah ini, untuk di ketahui pembelian tanah ini diduga ada kongkalingkong antara pihak BPS dangan Pemilik lahan Tanah tersebut” Pungkas Apriansyah.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha (TU) Badan Pelayanan Statistik (BPS) kabupaten Bengkulu Tengah, Sumara saat di konfirmasih Media ini, ia mengakui bahwa pengadaan tanah 40 meter X 75 meter tersebut senilai Rp.800 Juta.

” Ia memang benar kami membeli tanah itu senilai Rp 800 juta, itu yang saya ketahui, selebihnya silakan tanya kepada kepala BPS pak Imam, dan Beliau sekarang sedang pendidikan,”. Terang Sumara (Rian)

Share this:

Related posts

Damkar Benteng Sosialisasi Pencegahan Bahaya Kebakaran

Berita rafflesia

Dilaporkan Bunuh Diri, Istri Korban Jadi Tersangka Pembunuhan

Berita rafflesia

Palsukan Dokumen, Oknum Wartawan Online Berurusan Dengan Polisi

Berita rafflesia

Leave a Comment