Pemerintahan Provinsi Bengkulu

Gubernur Rohidin Genjot Proyek Pembangunan Jalur Transportasi, Tuai Pujian Pakar Ekonomi UNIB

BENGKULU, Beritarafflesia.com – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah diketahui tengah berfokus dalam membuka konektivitas darat, laut dan udara provinsi Bengkulu mendapat tanggapan positif dari pengamat ekonomi.

Saat ini, Gubernur Rohidin tengah sibuk memulai pembangunan jalan Tol Bengkulu-Sumatera Selatan dan jalur Rel Kereta Api, meningkatkan status bandara Fatmawati Soekarno yang akan menjadi bandara internasional, mengembangkan pelabuhan Pulau Baai.

Bukan hanya itu, beliau juga terus membangun dan memperbaiki akses jalan dan jembatan  di daerah-daerah yang terisolasi di Provinsi Bengkulu. Proyek-proyek ini akan terus digenjot hingga masa akhir jabatan di tahun 2021.

Hal tersebut menuai tanggapan positif dari kalangan Pengamat Ekonomi Provinsi Bengkulu. Koordinator Program Magister Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (UNIB) Slamet Widodo, mengatakan bahwa proyek-proyek tersebut sangat tepat untuk membangun perekonomian provinsi Bengkulu kedepannya.

“Jika konektivitas dibuka, maka secara otomatis akan membuka akses antar daerah. Sehingga alur barang, jalur manusia maupun jalur investasi akan lebih ekonomis dan lebih efesien, sehingga bisa memantik pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” jelas Slamet, saat diwawancarai di Gedung Sekretariat Program Magister Managemen UNIB, Kamis (09/01).

Ia beranggapan bahwa dengan lancarnya arus barang dan orang akan menarik minat para investor untuk berbisnis di provinsi Bengkulu.

“(Proyek ini) bagus sekali untruk memompa pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara regional dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sentra. Imbasnya, hal ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran hingga membawa pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ini yang penting,” tutur Slamet.

Lancarnya jalur transportasi antar wilayah ini juga bagus dalam mendukung program Wonderful Bengkulu 2020 di sektor pariwisata. Akses yang lancar dan bagus akan mempermudah wisatawan dalam menjangkau destinasi wisata yang terletak di daerah-daerah terpencil.

Widodo melanjutkan, di sekitar jalan akses harus dibuat ‘good pool’ atau pusat bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah. Contohnya yakni di Kabupaten Kepahiang yang terkenal dengan produk kopinya, dijadikan sentra produk Kopi, atau di Rejang Lebong dengan produk Gula Aren dijadikan sentra produk Gula Aren.

“Pembangunan Good Pool ini akan berimbas pada lancarnya pertukaran produk dan pertukaran daya beli didalam pengembangan suatu wilayah. Jika jalan sudah terbuka maka dibuatlah pusat-pusat pertumbuhan, baik pusat usaha bisnis kecil menengah maupun pusat-pusat sentra produksi dan industri, terutama yang berkaitan dengan keunggulan daerah,” tutupnya. (Cecep)

 

Share this:

Related posts

Rapat Penangulangan Dampak Covid-19, Bupati Tekankan Pengawasan Perbatasan Dijaga Ketat

Berita rafflesia

Sekda Hamka Sabri Ikuti Rapat Leadership Coaching Bersama Ketum IKAPTK

Berita rafflesia

Waka III DPRD ESD Berharap Media Siber Jadi Mitra Legislatif

Berita rafflesia

Leave a Comment