Provinsi Bengkulu

Gubernur Rohidin Imbau, Orang Tua Peran Aktif Menjaga Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

Gubernur Rohidin saat membuka acara Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan di Ruang Publik dan Situasi Darurat dan Kondisi Khusus (SDKK)

Bengkulu,Beritarafflesia.com- Menindaklanjuti surat dari kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindingan anak republik indonesian nomor: B-816/D.PHP.4/PP.03.02/6/2021 tertanggal 7 juni 2021, bahwa akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi kebijakan perlindungan hak perempuan dalam uapaya menekankan angka kekerasan di provinsi Bengkulu.

Kegiatan sosialisasi ini di selenggarakan pemerintah provinsi Bengkulu melalui dinas pemerdayaan permpuan dan perlindungan anak mulai dari pukul 08.00 sampai 12.00 wib di Hotel Medalin lingkar barat Kota Bengkulu,pada Kamis (17/6/21).

Pada acara ini Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, perlindungan hak-hak perempuan dan anak harus diterapkan dalam lingkungan keluarga. Karena peran istri bersama suami tersebut harus seimbang dan saling bersinergi dalam mengawasi anak.

” Pemerintah akan memberi pemahaman terhadap paran suami dan peran istri, supaya mengawasi anak perempuan dalam menggunakan sosial media (Medsos), karena sekarang lebih banyak perempuan yang muncul komen di medsos. Bahkan menurut Gubernur Rohidin boleh di cek mana yang lebih banyak laki-laki dari pada perempuan yang menggunakan akun Facebook dan instagram,maka pemerintah berharap kepada orang tua supaya berperan aktip dalam mengawasi kegiatan anak perempuan” Pesan Gubernur Rohidin saat membuka acara Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan di Ruang Publik dan Situasi Darurat dan Kondisi Khusus (SDKK)

Sedangkan upaya pemerintah sudah disusun baik secara kelembagaan dari tingkat kementerian hingga tingkat desa, regulasi juga telah dibuat dari undang-undang hingga peraturan gubernur untuk mengatasi persoalan terkait  perlindungan hak-hak perempuan dan anak, guna untuk meekankan angka kekerasan.

“Tetapi kenapa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus saja muncul, karena masih kurang  pemahaman dan kesadaran kita untuk menerapkan pemahaman tentang peran dalam keluarga,” katanya

Maka dari itu, Gubernur Rohidin menghimbau kepada semua lapisan masyarakat, terutama masyaarakat di provinsi Bengkulu agar terus meningkatkan pengawasan dan selalu aktip memberikan pemahaman terhadap anak perempuan

” Orang tua harus aktip memberikan pemahaman mana yang baik dan mana yang buruk, karena situasi saat ini anak perempuan harus tingkatkan kepribadian yang baik, dan selalu waspada terhadap orang baru dalam pertemanan di medsos ,” pungkasnya.

Acara yang digelar Dinas PPPAKB Provinsi Bengkulu ini bekerjasama dengan Komisi VIII DPR RI, yang dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Mohammad Saleh, Deputi PHP KPPPA RI yang diwakili Kabid PHP SDKK serta diikuti oleh perwakilan dari lintas instansi.

Dalam keterangannya Ketua Komisi VIII DPR RI Mohammad Saleh mengatakan, pihaknya telah memperjuangkan kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak dengan mengupayakan porsi  penganggaran yang lebih untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPPA RI).

Selain itu pihaknya juga menjalani fungsi pengawasan terhadap kinerja Kemen PPPA hingga ke daerah.

“Karena hingga hari ini kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kaum perempuan untuk berjuang mempertahankan haknya.

“Namun di samping itu perempuan juga jangan menghilangkan kodratnya,” ujar politisi Partai Golkar ini.(Pahri)

Share this:

Related posts

Melalui Vidcon, Sekda Hamka Ikuti Acara Program Pemulihan Ekonomi Nasional “PEN”

Berita rafflesia

Mengenal Dr Zubaedi M.Ag M.Pd, Balon Rektor IAIN Bengkulu

Berita rafflesia

Plt Gubernur Sampaikan Apresiasi Atas Sinergi TNI/Polri Dalam Penanganan Covid

Berita rafflesia

Leave a Comment