Harga Beras Naik, Jonaidi SP Dorong Pemda Salurkan BCP Secara Masif ke Masyarakat

Caption poto: Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP

Bengkulu,Beritarafflesia.com-  Pemerintah Daerah, baik tingkat provinsi, mapun kabupaten dan kota agar segera mengambil langkah-langkah stategis, terkait polemik mahalnya harga beras di pasaran.

Berdasarkan data yang berhasil di himpun di lapangan bahwa harga beras yang biasa di beli masyarakat seharga Rp. 17 ribu sampai 18 ribu percupak, namun saat ini naik hingga mencapai harga tertinggi yakni Rp. 25 ribu percupak.

Kendati demikian, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP Angkat bicara terkait harga beras melambung naik. Menurutnya salah satu langkah untuk mengatasi beban masyarakat yakitu, pemerintah daerah provinsi Bengkulu harus melakukan stok cadangan, berupa Beras Cadangan Pemerintah (BCP) kepada masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Terlebih lagi kata Jonaidi, sebaiknya setiap Pemda memiliki stok cadangan pangan yang tersimpan di gudang Bulog. Terlebih lagi stok tersebut ada yang tidak terpakai setiap bulan, maka segera disalurkan secara massif kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Para Kepala Daerah yang ada se Provinsi Bengkulu agar melakukan penyaluran BCP kepada masyarakatnya. Mengingat sepengetahuan kita baru Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang melakukannya,” katanya pada Senin, (18/9/2023).

Ketua Fraksi Gerindra Provinsi Bengkulu ini juga menyebut, sudah seharusnya ada sinergitas antara lembaga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemda provinsi hingga ke kabupaten dan kota supaya melakukan operasi pasar (OP) bersama-sama, juga memberikan bantuan pompa menyedot air kepada petani persawahan.

“Jika memang air yang ingin disedot juga sudah habis, harus ada alternative lainnya yakni pembuatan sumur bor (air tanah) bagi di areal persawahan petani. Terlebih leading sector untuk pembuatan sumur bor itu tidak saja pada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) saja, melainkan sudah bisa oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berupa jaringan irigasi air tanah,” jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkan Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Seluma ini, untuk mewujudkan bantuan pembuatan sumur bor bagi petani padi sawah dalam wilayah Provinsi Bengkulu bisa diwujudkan dalam tahun ini. Tepatnya dalam APBD Perubahan (APBDP), yang saat ini sedang dilakukan pembahasan oleh setiap Pemda bersama DPRD-nya.

“Pemda harus bantu petani dengan mengalokasikan dana untuk pembuatan sumur bor di areal persawahan petani, dan anggaran yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar untuk dialokasikan pembelian mesin pompa Air ” demikian Jonaidi.(BR1)