Daerah Lebong

Honor Belum Dibayarkan 4 Bulan, Petugas Damkar Ancam Mogok

Lebong, beritarafflesia.com – Bosan dengan janji Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) soal pembayaran honor, senin (13/7), sebanyak 17 petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebong mendatangi Kantor Bupati Lebong. Kedatangan mereka mewakili 51 petugas Damkar yang berstatus Tenaga Harian Lepas Terdaftar (THLT), menagih honor yang tahun ini baru dibayarkan 4 bulan. Serta uang piket sebulan Rp 300 ribu yang disesalkan para petugas Damkar tak bisa diajukan lagi karena dianggap hangus.

Perwakilan petugas Damkar tidak berhasil bertemu Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP karena tengah tugas dinas luar daerah. Kedatangannya disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, H. Mustarani Abidin, SH, M.Si. ”Kami minta kejelasan soal honor kami untuk Mei, Juni dan Juli serta uang piket Februari sampai Juli ini. Kalau tidak dibayar kami sepakat mogok kerja,” kata Komandan Regu (Danru) Damkar Kecamatan Lebong Atas Edi Candra.

Sadani, petugas Damkar lainnya,menyatakan sudah berulang kali menyampaikan keluhan itu ke pejabat Satpol PP Lebong. Namun jawaban yang diterima sangat tidak memuaskan. Tidak dibayarkannya honor mulai Mei dan uang piket sejak Februari itu karena uangnya terpakai oleh mantan bendahara Satpol PP yang sudah pindah tugas di Kantor Camat Pelabai. ”Dampaknya pencairan uang piket tidak bisa lagi diajukan karena uangnya sudah terpakai,” ujar Sadani.

Diakuinya, untuk keterlambatan pembayaran honor para THLT dapat memaklumi karena selama ini selalu dibayar telat. Namun untuk uang piket tidak bisa ditunda pembayarannya karena dari uang itulah petugas Damkar bisa menjalankan aktivitasnya. ”Kami bertugas piket itu butuh biaya operasional. Kalau tidak dari uang piket dari mana kami bisa beli minyak motor untuk ke kantor,” tukas Sadani.

Menanggapi keluhan itu, Sekda mengaku baru mengetahui permasalahan itu. Dipastikannya ia segera memanggil kepala Satpol PP serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan mantan bendahara dimaksud. ”Yang jelas saya minta petugas Damkar tetap menjalankan tugasnya seperti biasa sembari kami mencari solusi atas permasalahan ini,” tukas Sekda.

Pantauan RB, sempat terjadi perdebatan alot antara petugas Damkar dan Sekda. Namun petugas Damkar akhirnya bersedia membubarkan diri setelah Sekda pastikan dalam minggu ini sudah ada kejelasan soal pembayaran honor dan uang piket para petugas Damkar.(***)

Share

Related posts

Mengabaikan Larangan Pemerintah, Syamlan: Anak Lebih Aman Di Sekolah

Berita rafflesia

Oknum Kepala Dinas Yang Tidak Mau Transparan

Berita rafflesia

Komisi Pemilihan Umum kabupaten Bengkulu Tengah mulai laksanakan Bimtek kepada PPS

Berita rafflesia

Leave a Comment