Kota Bengkulu Pemerintahan

Iqbal : Dana Yang Dimiliki Bulog Tersebut Bersumber Dari Pinjam Bank Konfensional

Provinsi Bengkulu,Beritarafflesia.com- Memperhatikan di tengah masuknya Provinsi Bengkulu ke dalam zona merah dari wabah Covid-19, Panglima Hukum Rakyat (PHR) Provinsi Bengkulu menggelar hearing dengan pihak Kanwil Bulog Bengkulu dimana sangat mengejutkan ternyata Bulog Bengkulu belum dapat perhatian dari Pemprov Bengkulu ditengah penanganan Covid-19.

Ketua PHR Provinsi Bengkulu M. Iqbal pada saat rapat hearing pada Jumat (03/04/2020), mengatakan dalam menghadapi situasi seperti ini berdampak kepada ekonomi baik itu ketersediaan bahan pangan dan sembako, kesigapan bulog dalam memenuhi bahan pangan masyarakat Bengkulu.

“Hearing ini terkait kesiapan Bulog Bengkulu dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi terkait penyebaran Covid-19, baik ketersedian pangan dan sembako untuk masyarakat di Bengkulu,” jelas Iqbal.

Iqbal Menambahkan, dari hasil hearing ini diketahui bahwa Bulog Bengkulu belum mendapat perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu ditengah upaya bersama dalam penanganan Covid-19.

“Pihak Bulog Bengkulu telah menyampaikan bahwa persedian beras di gudang bulog masih aman sampai 4 bulan ke depan, namun hal tersebut perlu masyarakat Bengkulu ketahui, dana yang dimiliki Bulog tersebut bersumber dari pinjam Bank Konfensional,” ungkapnya.

M Iqbal sangat menyayangkan Pemprov sudah menyiapkan dana 15 miliar rupiah terkait penyebaran covid-19 di Provinsi Bengkulu namun belum ada tampak aksi nyata untuk membantu sosial ekonomi masyarakat.

“Dana penanggulangan covid-19 yang di siapkan sebesar Rp15 miliar oleh Pemprov fokuskan pada penggunaan yang terkait langsung dengan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di kabupaten dan kota di Bengkulu, kemana” tanya iqbal.

Terkait dana tersebut, M Iqbal kembali menegaskan, “Dana itu belum dikucurkan ke Bulog dan masyarakat pun belum menerima bantuan berupa beras dan sembako,”.

“Kalau pun Bulog menyatakan siap terkait stok pangan selama 4 bulan ke depan, namun itu bukan dana dari Pemprov Bengkulu,” tegas M Iqbal.

Terkait ini, Kepala Perum Bulog Divisi Bengkulu, Defrizal menjelaskan, untuk mengeluarkan beras dan sembako tersebut, Pemprov Bengkulu harus membeli karena pihak Bulog anggaran tidak bersumber dari APBD.

“Pemda Provinsi Bengkulu harus mengucurkan dana ke Bulog, dan memastikan kesediaan pangan dan sembako tersebut benar-benar disalurkan tepat sasaran dalam hal penanganan dampak penyebaran covid-19,” tutupnya(Wiro)

Share this:

Related posts

74 Gerai Indomaret Tidak Berizin, Dewan Desak Pemkot Beri Peringatan Tertulis PT.Indomarco

Berita rafflesia

PWI Laksanakan Coffe Morning Untuk Sukseskan Pilkada 2020

Berita rafflesia

Peduli UMKM Bengkulu, Gubernur Rohidin Terbitkan Surat Edaran

Berita rafflesia

Leave a Comment