Kabar Gembira, Pemprov Bengkulu Akan Buka Rekruitmen PPPK

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Kabar gembira bagi masyarakat Bengkulu. Tahun 2023 ini Pemprov Bengkulu akan membuka rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kabar baik ini, juga bakal jadi angin segar khususnya untuk 524 guru honorer, yang lulus Passing Grade (PG) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021 lalu. Mengingat hingga saat ini, nasib ratusan guru honorer ini belum ada kepastian.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu Gunawan Suryadi melalui Kasubbag Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Sudibyo menjelaskan, tahun 2023 ini untuk Pemprov Bengkulu sudah mendapatkan alokasi kuota PPPK sebanyak 748 formasi, yang didominasi oleh tenaga pendidik atau guru.

“Untuk tenaga pendidik atau guru, sesuai dengan perjanjian awal kita dan prioritas dari panitia pusat itu untuk memprioritaskan yang lulus PG tahun 2021,” kata Sudibyo, Senin (7/8/2023).

Dari 748 formasi PPPK usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu disetujui KEMENPAN-RB, didominasi oleh formasi tenaga pendidik atau guru, yakni sebanyak 631 formasi.

Sementara untuk formasi tenaga kesehatan 109 orang, dan tenaga teknis lainnya dalam hal ini penyuluh pertanian sebanyak 8 orang.

“Kita Provinsi Bengkulu mendapat sebanyak 748 formasi. Kalau untuk mekanisme seleksi dan tata cara itu akan diinformasikan selanjutnya oleh pusat. Sampai saat ini kita belum terima petunjuk teknisnya,” jelas Sudibyo.

Untuk diketahui, sebelumnya Forum Guru Prioritas Pertama Negeri dan Swasta (FGPPNS) meminta Pemprov Bengkulu untuk dicarikan solusi.

Perihal tuntutan dari 524 guru honorer, yang lulus Passing Grade (PG) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021 yang juga belum ada kepastian akan nasibnya.

Tak hanya melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Bengkulu, dan DPRD Provinsi Bengkulu. Namun, ratusan guru ini juga sempat berorasi ke Kantor DPD Perwakilan Bengkulu bahkan sampai langsung ke kemenpan RB, Kemendikbud RI dan DPR RI beberapa waktu lalu.(BR1)