Hukum Kota Bengkulu

Koodinator Konsorsium NASIONAL LSM Propinsi Bengkulu Minta Aparat Penegak Hukum Usut Dugaan Berita “HOAX RB”

Bengkulu,beritarafflesia,com– Rahman Tamrin, S.Ag, Koordinator Konsorsium Nasional Lemabaga Swadaya Masyarakat Propinsi Bengkulu meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan Koran RB yang dituding telah menulis berita HOAX, terbit pada hari Sabtu Tanggal 29 Februari 2020 dengan Judul OTT,3 Orang Diamankan Infonya Loloskan  Proyek,BB Rp 1,2 Miliar. Sebab, berita yang dilansir RB tersebut telah beredar di tengah – tengah masyarakat Propinsi Bengkulu.

“ kita mengharapakan aparat penegak hukum melakukan pengusutan atas berita yang di tulis RB terkait masalah “ Loloskan Proyek “ terlepas benar atau tidak, keterangan sumber yang di tulis oleh RB tersebut mengatakan “Informasi lainnya menyebut, saat penagkapan ketiganya ditemukan barang bukti (BB) Rp. 1,2 miliar. Diduga uang tersebut merupakan fee atau hadiah meloloskan proyek jembatan kawasan Pulau Baai senilai Rp. 53.8 miliar”. Kata Rahman Tamrin aktifis pengiat anti korupsi kepada berita rafflesia.com senin 3/2 siang seraya mengutif tulisan di Koran RB(di kutif dari isi berita RB).

Lebih lanjut dia ( Tamrin red) mengatakan, pada bagian lain isi berita RB tersebut juga telah menulis inisial nama dan menyebutkan ASN Pokja salah satu balai di Bengkulu, jika ini tidak benar atau HOAX patut di curigai apa dasar wartawan telah berani menulis inisial nama tanpa mengetahui peristiwa yang sebenarnya, dan ini merupakan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, karena wartawan di tuntut jujur dalam menulis sebuah berita. Paparnya.

Maka oleh karenanya, aparat penegak hukum perlu melakukan penyelidikan terhadap pihak –pihak terkait di Pokja Pemilihan yang mengevaluasi paket proyek jembatan Pulau Baai yang dananya Rp. 53 miliar tersebut  jangan – jangan peristiwa itu “ benar adanya”, ujar Tamrin.

Harapan kita, aparat penegak hukum di daerah ini mengusut tuntas atas berita yang telah menyebar luas di media sosial FB maupun di tengah – tengah masyarakat pembaca RB di propinsi Bengkulu, dan jika terbukti benar – benar berita yang di tulis RB itu Hoax, ada dugaan melakukan pelanggaran  UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE) sebagaimana yang telah di ubah menjadi UU No.19 Tahun 2016 Tentang ITE, pungkas Tamrin. ( red)

Share this:

Related posts

Nasib Pilu Pedagang Panorama Semasa Covid-19, Ungkap Kepedulian Gubernur Bengkulu

Berita rafflesia

Berakhir 7 Juni, Penjagaan Perbatasan Bengkulu Diserahkan Masing-Masing Daerah

Berita rafflesia

Seluruh Pegawai DPUPR Jalani Vaksinasi

Berita rafflesia

Leave a Comment