Mukomuko

Lagi ! Petani Laporkan Pencurian Buah Sawit Oleh 3 Karyawan PT. DDP

Para Petani Malin Deman Kembali Laporkan Pencurian Buah Sawit Oleh 3 Karyawan PT. DDP

Beritarafflesia.com – Puluhan petani Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu kembali melaporkan pencurian buah sawit yang diduga oleh  karyawan PT Daria Dharma Pratama (DDP) ke Polsek Ipuh. 

Kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB,  ketika tiga karyawan PT. DDP yaitu Anuar sebagai Asisten Lahan, Darto dan Parades sebagai Security, kedapatan hendak memuat Tandan Buah Segar (TBS)  ke dalam truk model Dyna,  di lahan milik Poniran, Selasa (28/06/22).

Ketiga Karyawan PT. DDP tersebut tertangkap tangan memanen sawit di lahan garapan Poniran, warga Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami, di wilayah kecamatan Malin Deman. 

Dari keterangan Poniran, bahwa sekitar pukul 11.00 WIB, ketika Ia sampai di lahan garapannya. Poniran menemukan para karyawan perusahaan tersebut sedang ingin memuat buah sawit ke mobil jenis Dyna.

Kegiatan tersebut langsung dihentikan oleh Poniran. Ia menduga kegiatan itu sudah mereka lakukan sejak pagi tadi. 

“Setelah saya hentikan,  dan beberapa petani di sekitar lahan saya datang ke lokasi menemui saya, sehingga pihak karyawan perusahaan tersebut langsung pergi meninggalkan buah sawit tersebut,” jelas Poniran. 

Diketahui, Poniran menggarap lahan tersebut sejak tahun 1997, berawal dari menanam padi selama 4 tahun,  pernah menanam kacang dan jagung. Kemudian pada tahun 2008, Poniran menanam sawit di lahan, dan sudah memiliki surat keterangan tanah.

Barang Bukt Berupa Buah Sawit Seberat 910Kg.

 

Akhirnya para petani kembali laporkan tudingan pencurian sawit tersebut ke Polsek Ipuh, dan membawa barang bukti berupa 910 kilogram buah sawit. Yang sebelumnya para petani juga telah melaporkan pencurian buah sawit pada 07 Juni 2022, dengan dugaan pencurian di lahan garapan milik Edi Supri, warga desa Lubuk Talang Kecamatan Malin deman.

Menurut pengakuan Suharto, salah satu petani mengatakan bahwa puluhan petani di wilayah itu telah menggarap lahan yang ditelantarkan oleh PT. BBS sejak belasan tahun lalu.

Penguasaan lahan oleh petani ini dikuatkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun 2009 sesuai surat nomor 3207/22.1-500/VIII/2009 yang menyebutkan bahwa lahan HGU PT. BBS masuk dalam daftar lahan terlantar.

Konflik muncul setelah PT. Daria Dharma Pratama (DDP) mengklaim telah membeli lahan HGU PT. BBS dan mulai mengusir petani penggarap. Namun menurut Suharto, hingga saat ini manajemen PT. DDP tidak bisa menunjukkan dokumen legalitas perusahaan menguasai HGU PT. BBS tersebut.

“Saya berharap aparatur negara,  dalam hal ini aparat kepolisian dapat menindak tegas atas tindakan yang seperti main kucing-kucingan oleh oknum perusahaan ini,” tutup Suharto.

Suharto menegaskan bahwa kejadian ini dilaporkan ke Polisi dengan tujuan agar ada efek jera.

Share

Related posts

Lakalantas, Pengendara Motor Alami Patah Kaki

Berita rafflesia

DPRD Mukomuko Laksanakan Agenda Paripurna PAW ( Pergantian Antar Waktu )

Berita rafflesia

Warga Selagan Raya Muko-Muko Dihebohkan Penampakan 2 Ekor Harimau

Berita rafflesia

Leave a Comment