Editor's Picks Nasional

Lagu Gadis Bengkulu Bikin Heboh Media Sosial, Isu Body Shaming serta Kesetaraan Gender Meruak

Beritarafflesia.com – Lagi-lagi, perbuatan yang dianggap menghina memicu reaksi keras di media sosial. Sebuah akun dengan nama “Koleksi Walpaper & Kata Pilihan” memposting video berdurasi 01.41 menit pada 8 Januari 2020 pukul 04.10 WIB melalui media sosial Facebook.

Postingan video tersebut diberikan judul, “mantul gaes, ini tentang gadis Bengkulu”. 

Masalahnya, masyarakat merasa tidak terima dengan sebagian isi lirik lagu tersebut. Dimana sebagian lirik dari lagu di video tersebut dianggap perkataan ‘body shaming’ atau penghinaan dengan mengangkat tema isu gender.

Berikut petikan sebagian lirik yang dianggap menghina tersebut:

 

“Awak buruk cak elok pulo. Lemak jugo cantik iko mirip buayo”.

“Badan gemuk cak kurus pulo. Matre lah iyo idak suai kek muko”.

“Muko putih tebal kek bedak ajo”.

 

Dengan judul yang cenderung memancing, postingan tersebut berimbas protes. Sebab, menurut komentar mereka,hal tersebut menggiring opini bahwa gadis-gadis di Bengkulu seperti yang dideskripsikan di lagu tersebut.

“Itu sangat keterlaluan dan sangat merendahkan gadis Bengkulu. Coba dibaca pasal 27 ayat 3 UU ITE yang menyebut bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dapat dipidana paling lama 4 (empat) tahun. Body shaming itu tindakan mengejek/menghina dengan mengomentari fisik (bentuk tubuh maupun ukuran tubuh),” kata Kena, gadis Bengkulu yang turtu meramaikan kolom komentar di postingan tersebut.

Selain itu, ada juga yang menggaris bawahi isu kesetaraan gender dalam postingan tersebut. “Mau laki mau perempuan sama aja,” ujar salah satu komentar.

Sebuah akun dalam kolom komentar mengaku bahwa para pelaku di rekaman tersebut sudah menyesali perbuatannya.

“Alhamdulillah adik sanak segalonyo, yang bersangkutan sudah menyadari kekhilafannyo. Sudah membuek pernyataan permohonan maaf kepado masyarakat Bengkulu secaro tertulis. (Alhamdulillah semuanya, yang bersangkutan (pelaku perekam) sudah menyadari kekhilafannya. Sudah membuat pernyataan permohonan maaf kepada masyarakat Bengkulu secara tertulis.”

Entah pernyataan di atas benar atau tidak. Untuk pengguna media sosial, selalu hati-hati dalam bertutur kata ya!(Cecep)

Share this:

Related posts

PT NSC Disurati Konsumen Korban Debt Collector

Berita rafflesia

Peran KIM Penting dalam Sosialisasikan Prokes saat Pilkada Serentak

Berita rafflesia

Koramil Menyuke dan Satgas Covid-19 Tegakkan Disiplin Prokes Pengunjung Tempat Usaha

Berita rafflesia

Leave a Comment