Nasional

Literasi Digital Cegah Peredaran Narkotika Secara Daring

Beritarafflesia.com- Literasi digital sangat berpotensi mencegah peredaran narkotika yang rawan terjadi di dunia maya. Sehingga, ruang digital dalam negeri dapat sepenuhnya dipergunakan untuk kegiatan produktif yang bermanfaat positif bagi mseluruh unsur masyarakat.

“Kita gunakan teknologi ini sebaik-baiknya, termasuk juga bagaimana kita menghadapi peredaran narkoba yang saat ini kerap menggunakan teknologi dalam melakukan transaksi jual belinya. Maka literasi digital ini menjadi penting sekali,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (IKP) Widodo Muktiyo melalui diskusi Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru: Tetap Produktif Tanpa Narkotika pada Kamis (1/10/2020).

Menurut dia, potensi terjadinya peredaran barang haram tersebut sangat berpeluang terjadi di ranah daring. Mengingat, dalam ruang digital terdapat tsunami informasi yang bisa disalahgunakan oleh oknum untuk melakukan tindakan ilegal transaksi narkotika secara daring.

Oleh sebab itu, para pegiat narkotika harus mampu melakukan literasi secara digital dalam, demi mencegah terjadinya narasi atau konten yang terindikasi memiliki tujuan negatif. Khususnya, peredaran narkotika pada ranag digital yang rawan terjadi saat ini.

“Aktivis anti narkoba mesti ngerti ilmunya supaya narkoba itu tidak kemudian makin merajalela di ranag digital. Ini tantangan kita dan kita masih punya ilmunya dalam dunia digital yang mampu mencegahnya yakni literasi,” katanya.

Terkait dengan upaya literasi di dunia maya, Kominfo mempunyai peran menjadi amplifikator. Yang tugasnya berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendiseminasi informasi tentang bahaya mengkonsumsi narkotika dalam kehidupan sehari-hari.

“Mendiseminasi informasi bahaya narkotika kepada seluruh stakeholder termasuk juga aparatur yang ada di dalam pemerintahan Indonesia ini,” katanya.

Ia berharap, dengan upaya yang telah dilakukan bersama dengan berbagai pihak dapat membuat peredaran narkotika di ruang digital semakin tersudut. Hingga pada akhirnya dapat membatasi ruang digital yang digunakan sebagai medium peredaran narkotika dalam beberapa waktu kedepannya.

“Mari kita bersama-sama membangun pesan informasi yang arahnya itu betul-betul untuk mencegah masyarakat dalam mengkonsumsi menggunakan narkotika. Supaya generasi muda kita ini betul-betul menjadi generasi yang sangat sehat,” pungkasnya.

Share this:

Related posts

Perintah Panglima TNI, Lanal Bengkulu ikut Serta Sukseskan Vaksinasi Serentak di 34 Provinsi Sektor Maritim

Berita rafflesia

SMSI Apresiasi Keputusan Presiden Soal Penundaan Pembahasan RUU Klaster Ketenagakerjaan

Berita rafflesia

Babinsa Koramil Ngabang Dampingi Pemakaman Jenazah Covid-19

Berita rafflesia

Leave a Comment