Merasa Difitnah, Steven Lumowa Tempuh Jalur Hukum

Minsel,Beritarafflesia.com — Pelaksana Tugas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Steven Lumowa, Viral di medsos dengan tuduhan meminta – minta sejumlah uang terhadap Hukum Tua Desa Liandok Kecamatan Tompaso Baru.

Merasa difitnah dan untuk mencari kebenaran, akhirnya Lumowa menempuh jalur hukum. Karena menurutnya ini adalah jalan satu – satunya untuk menyampaikan kebenaran kepada seluruh masyarakat bahwa dirinya tidak seperti apa yang disampaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Menurut Yesaya A. Lengkong yang adalah Pengacara pelaksana tugas Ketua DPRD Minsel Steven Lumowa mengatakan, bahwa sesuai yang disampaikan Hukum Tua Desa Liandok serta sejumlah bukti – bukti lainnya yang dikantongi, hari ini kami membuat laporan kepolisian terhadap oknum yang diduga memfitnah dan mencemarkan nama baik klien kami.

“Jadi berdasarkan pengakuan penjabat Hukum Tua Desa Liandok Alce Pelleng, dia menyampaikan mengenai permintaan uang sepuluh persen oleh klien kami melalui camat Tompaso Baru tidaklah benar. Sementara untuk surat yang beredar itu menurut pejabat Hukum Tua memang benar dia yang menulisnya tapi dibawah tekanan dari RS alias Risky,” ungkap Lengkong.

Oleh karena itu, penjabat Hukum Tua melalui surat pernyataannya telah meminta maaf dan bertanggung jawab dihadapan hukum.

Kendati demikian, lengkong menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan demi mendapatkan keadilan dan memulihkan nama baik kliennya, serta memberikan efek jerah bagi para terlapor.

“Kita punya bukti – bukti lengkap, biarkan hukum yang bicara,” tegas lengkong.

Dia juga menambahkan, bahwa pasal yang dilaporkan pasal 310 KUHP mengenai pencemaran nama baik.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Minsel Iptu Lesly Lihawa membenarkan laporan tersebut yang teregister dengan nomor : LP/B/117/VII/2023/SPKT/Polres Minsel/Polda Sulawesi Utara tertanggal 18 juli 2023 pukul 15.46 WITA diterima penyidik Reskrim Polres Minsel.

(Vic)