Business Kota Bengkulu Pemerintahan

Nelayan Pulau Baai Datangi Komisi I DPRD, Keluhkan Kelangkaan Es Balok

BENGKULU, Beritarafflesia.com – Puluhan nelayan beserta pedagang yang beroperasi di sekitar Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pulai Baai berbondong-bondong datangi kantor DPRD Bengkulu pada Senin (03/02/2020) pagi.

Rombongan yang siasmbut oleh Komis I DPRD Kota Bengkulu tersebut mengeluhkan kurangnya pasokan es balok yang berfungsi sebagai media pengawetan ikan. Akibat kelangkaan tersebut, ikan-ikan yang ditangkap nelayan dengan maksud untuk diperjual belikan tersebut cepat membusuk. Kelangkaan tersebut sangat merugikan bagi para nelayan, terutama di musim panen bulan Januari-Maret.

“Hasil tangkapan ikan para nelayan dan ikan yang dijual oleh para pedagang cepat membusuk, sehingga merugikan nelayan,” ungkap Ali Simatupang, salah satu nelayan.

Ali juga mengeluhkan kurangnya pemasok untuk ketersediaan es batu. es balok yang disediakan oleh produsen saat ini masih jauh dari cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan es balok sehari-hari.

“Pabrik es balok yang ada di Kota Bengkulu tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan pedagang, sehingga berdampak kepada hasil tangkapan, Dari 30 pabrik es balok yang ada, jelasnya, hanya dua pabrik yang masih beroperasi. Itupun dimiliki perorangan,” paparnya.

Atas keluhan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Nuzul SE mengatakan bahwa pihaknya dibantu Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu akan berusaha menghubungi Kementerian Kelautuan dan Perikanan RI terkait bantuan atas permasalahan tersebut.

“Dewan memastikan dalam Perubahan APBD nanti juga akan memperjuangkan pembelian mesin untuk pabrik es melalui Badan Anggaran DPRD,” ujar Nuzul.

Di sisi lain, Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu Syafriandi menyebutkan bahwa usulan terkait pasokan es batu bagi para nelayan tersebut sudah di bahas ketika rapat anggara APBD lalu, namun belum bisa dilakukan akibat keterbatasan anggaran.

“Sudah dibahas, namun karena keterbatasan anggaran dalam APBD, usulan tersebut belum terakomodir. Kami terus berusaha untuk meminta bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Proposal juga sudah dibuat, Insya Allh tahun ini minimal dapat satu (mesin es batu). Saya juga berharap anggota Dewan dapat bersama-sama untuk memperjuangkan anggaran pembelian mesin pembuat es balok dalam Perubahan APBD mendatang, sehingga persoalan kekurangan es balok tidak akan terjadi lagi di tahun mendatang,” pungkas Syafriandi.(FHR)

Nelayan Pulai Baai di Ruang Rapat Komis I DPRD Kota Bengkulu Senin 03 Februari 2020

Share this:

Related posts

Pemkot Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional Milik PT Pelindo

Berita rafflesia

DPRD Seluma Gelar Paripurna Pengesahan Hasil Pilkada Cabub dan Cawabub Tahun 2020

Berita rafflesia

Sebagai Pemimpin Kota, Walikota Dan Wawli Ikhlaskan Gajinya Guna Meringankan Beban Masyarakat

Berita rafflesia

Leave a Comment