Bengkulu Tengah Bengkulu Utara Kota Bengkulu

Peduli Masyarakat,Koprasi Rafflesia Mandiri Perkasa Akan Gelar Aksi Demo Ke Pemprov

Beritarafflesia.com kota Bengkulu-Koprasi masyarakat Rafflesia Mandiri Perkasa Bengkulu telah di bentuk untuk menggelar aksi demontrasi  di depan kantor pemerintah provinsi Bengkulu pada selasa 13 oktober 2020 mendatang,hal ini disampaikan keordinator aksi Ricky Damanik saat menggelar konferensi Pers pada sabtu (10/10) di kedai Bencoolen coffe  anggut Kota Bengkulu.

Kepala desa tepi laut kecematan Air Napal Kabupaten Bengkulu utara Zakaria S.Ip menegaskan, dirinya mewakili masyarakat di kabupaten Bengkulu Utara,Kabupaten Bengkulu Tengah dan kota Bengkulu akan menggelar aksi demo yang di bentuk dalam anggota koprasi sebanyak 600 orang sopir angkutan batu bara.

“Aksi demontrasi ini akan di mulai dari pasar pedati kabupaten Bengkulu tengah hingga menuju ke sasaran utama adalah ke depan kantor Gubernur Bengkulu dengan membawa armada truk masing-masing, aksi demo ini kami ingin menyampaikan terkait kegelisahan yang di rasakan oleh masyarakat selama ini, karena dari tahun 2019  kami telah dirugikan oleh pemerintah menyangkut masalah kesenjangan standar upah biaya oprasional transprortasi batu bara” Tegas  Zakaria

Ditempat yang sama menurut kordinator  aksi Ricky Damanik pada akhir tahun 2019 masyarakat pelaku usaha angkutan batu bara dan para sopir truk mengeluhkan ongkos angkutan batu bara yang mengalami penurunan secara drastis, sehingga tidak lagi sesuai dengan biaya oprasional, apalagi cara pembayarannya tidak tepat waktu.

“ Akibat  ongos  angkutan batu bara ini menurun kami menilai pemerintah dan pelaku usaha telah melumpuhkan ekonomi masyarakat, karena jasa angkutan jarak tempuh tetap sama dan biaya oprasional juga masih sama,Hal ini telah mengorbankan pihak masyarakat yang memiliki unit dump truk sehingga terpaksa menunggak angsuran kredit dan terancam akan di tarik oleh pihak leashing” Terang Ricky

Diketahui kesenjangan ongkos batu bara ini pada mulai tahun 2019 sampai tahun 2020 mengalami penurunan hingga 20% per ton. Bahkan pihaknya juga sudah keordinasi kepada pihak tambang, Tetapi alasan pihak perusahaan menurunkan ongkos angkut tersebut,alasan faktor kondisi pandemi atau covid-19.

“Kami masyarakat tidak menerima alasan pihak pelaku usaha yang beralasan bahwa kondisi covid-19, karena yang kami tuntut ini untuk kebutuhan ekonomi keluarga kami” Keluh Ricky menambahkan

Lanjut Ricky “Aksi demo ke kantor gubernur tersebut, kami akan menuntut agar pemerintah provinsi Bengkulu menaikan harga standar biaya ongkos angkut batu bara,jika permintaan kami tidak di kabulkan oleh pemerintah provinsi dan akan tetap menuruti harga dari pelaku usaha, maka kami akan menutup semua perusahaan tambang yang ada di provinsi Bengkulu ini” tegas Ricky (Ry).

Related posts

Sinergikan dengan Program Pemkot, PT Astra Bersama Wawali Bagikan Sembako

Berita rafflesia

Merdekakan Ijazah Siswa, Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu Surati Ketua MPR RI

Berita Rafflesia

Hisap Sabu, Warga Pasar Pedati Ditangkap Polisi

Berita rafflesia

Leave a Comment