advertorial Bengkulu Tengah

Pemkab Benteng Fasilitasi Masyarakat Audensi Bersama Gubernur, Bahas Ganti Rugi Lahan Jalan Tol

Benteng,Beritarafflesia.com–Pemerintah kabupaten Bengkulu tengah (Benteng) yang di pimpin Bupati Ferry Ramli bersama Sekda Edy Hermansyah bertindak langsung untuk mempasilitasi masyarakat Bengkulu tengah dalam rangka Rapat dengar pendapat, terkait kejelasan ganti rugi lahan yang tergerus karena dampak pembangunan jalan tol Bengkulu menuju Curup- lubuk linggau. bersama Gubernur Bengkulu Dr. H Rohidin Mersyah yang di wakili oleh sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri bertempat di ruang lantai 3 kantor gubernur.

 Sekda Provinsi Depenitif.Hamka Sobri

Pada Hearing tersebut, Gubernur Bengkulu Dr. H Rohidin Mersyah yang di wakili  sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menjelaskan, Pemerintah provinsi Bengkulu bersama pemerintah kabupaten Bengkulu tengah, akan membentuk tim khusus untuk mendata lahan masyarakat yang di lintasi pembangunan jalan tol nantinya.

“Setelah tim di bentuk dan peraturan yang di usul kan di setujui, baru nantinya akan mendata lahan masyarakat, kemudian membahas kesepakatan harga ganti rugi” Singkat Hamka Sobri yang baru saja di lantik sebagai sekretaris Daerah (Sekdaprov) Depenitif

Sementara itu menurut  Sekda Bengkulu Tengah Edy Hermansyah M,si P.hd Mengatakan, Pemerintah Bengkulu tengah bersama Pemda Provinsi akan kerjasama membentuk tim khusus untuk melakukan keordinasi tentang permasalahan ganti rugi ini. Terutama tentang  Peraturan Gubernur (Pergub) tahun 2016 tentang tanam tumbuh yang sebelumnya akan dikaji ulang lagi.

“Karena undang- undang adalah sebagai rambu – rambu pemerintah untuk mengatasi harga ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak karena pembangunan jalan tol ini ”  Tutup  Edy Hermansyah

Menangapi hal ini, menurut Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah  bahwa  tujuan audiensi ini, masyarakat meminta kejelasan tentang ganti rugi dari dampak pembangunan jalan tol. Masyarakat ingin biaya ganti ruginya mendekati daerah tetangga seperti empat lawang dan lampung.

“ Keinginan masyarakat hanya mintak ganti rugi sesuai dengan peraturan, atau minimal setara dengan daerah-daerah tetangga” Karena jika ganti rugi ini harganya berpariasi,maka menjadi alasan utama masyarakat untuk tidak menyetujui, sehingga terjadi konflik. Ungkap Evi Susanti

Dalam Kesempatan itu  Bupati Bengkulu Tengah Dr. H. Ferry Ramli.,S.H.,M.H menyampaikan bahwa audiensi ini berlangsung dengan baik dan sudah disampaikan dengan santun.

“Bupati menghimbau jangan sampai saat berkunjungnya Presiden Jokowi pada 5 Februari 2020 ada hal-hal yang tidak kita inginkan, mari kita jaga bersama nama baik Kabupaten Bengkulu Tengah dan juga Provinsi Bengkulu” Tegas Bupati Adv (Js)

 

Share this:

Related posts

Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Kunker Ke DPRD Kaur

Berita rafflesia

Anggota DPRD Provinsi Sumardi Gelar Reses di Kelurahan Lempuing

Berita rafflesia

Bupati Lebong H. Rosjonsyah Hadiri HUT Muko-Muko ke-17 Sekaligus Mengucapkan Selamat

Berita rafflesia

Leave a Comment