Pemkab Lumajang Targetkan Jalan Sejumlah Wilayah Rampunng Sebelum Hari Raya Idulfitri

Pemkab Lumajang Targetkan Jalan Sejumlah Wilayah Rampunng Sebelum Hari Raya Idulfitri

Lumajang,Beritarafflesia.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur menargetkan perbaikan jalan di sejumlah wilayah akan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri.

Perbaikan tersebut sudah dikebut oleh Tim Unit Reaksi Cepat Ngaspal Keliling Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang.

“Untuk ngapling, ini sudah kita upayakan selama satu bulan ke depan sebelum lebaran sudah kita tangani. Ini semata mata untuk kenyamanan masyarakat saat bersilaturahmi atau mudik,” terang Kepala Bidang Bina Marga, Heri Kurniawan saat ditemui disela kegiatannya, Senin (27/3/2023).

Heri juga menerangkan, bahwa ada lima Tim Ngapling yang sudah diterjunkan untuk menangani kerusakan jalan yang tersebar di 12 ruas se-Kabupaten Lumajang. Panjang masing-masing ruas bervariatif, antara 6 hingga 12 Km.

Untuk mempercepat proses perbaikan, tak jarang Tim Ngapling juga bekerja hingga malam hari, bahkan saat bulan puasa, tak jarang mereka juga berpuasa di lokasi perbaikan.

“Kalau kita sesuai dengan jam kerja teman-teman ASN yaitu setengah delapan pagi sampai jam empat sore, tapi itu juga lihat kondisi lapangan, bisa jadi sampai berbuka di lokasi,” jelas dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmasnyah mengungkapkan, bahwa dirinya mengapresiasi kinerja DPUTR Kabupaten Lumajang dalam melakukan upaya perbaikan jalan melalui program Ngapling yang menyisir perbaikan ruas jalan di sejumlah titik.

“Komitmen mengawal perbaikan Jalan Srikaya – Selokgondang yang kondisi sebelumnya rusak berat seringkali menimbulkan korban. Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan perbaikan dan terus dilakukan menyisir dari timur arah JLT ke barat Jalan Srikaya. Terima kasih Tim Ngapling PUTR Kabupaten Lumajang,” ungkapnya dalam akun media sosial pribadinya, Minggu (26/3/2023) kemarin.

Deddy pun berharap kegiatan Ngapling terus dilakukan di wilayah yang belum terdeteksi, sehingga potensi laka lantas bisa dihindari.

“Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan yg padat aktifitas seperti pagi menjelang berangkat sekolah atau kerja dan di waktu sore hari pada jam pulang kerja,” pungkasnya. (BR1)