Kota Bengkulu Pemerintahan

Pemkot Bantu Keluarkan Pasien Melahirkan yang Tidak Punya Biaya di RS Gading Medika

Kota Bengkulu, Beritarafflesia.com-  Berawal dari pesan whatsapp dari warga yang masuk ke HP Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kamis (8/10/2020) pukul 00.15 WIB tentang informasi adanya salah satu pasien warga Kota Bengkulu yang tertahan di RS Gading Medika usai melahirkan karena tidak punya biaya.

Mirisnya lagi, anak pasien itu meninggal dalam kandungan sebelum dilahirkan. Pasien yang bernama Dian Lestari, warga RT 23 Kelurahan Sumber Jaya itu bingung karena belum bisa pulang. Dedy yang membaca pesan whatsapp itu langsung terhenyuk dan langsung menghubungi pihak BazNas untuk segera membantu pasien tersebut.

“Tengah malam pukul 00.15 WIB ada WA masuk. Lalu ada notifikasi telepon tak terangkat. Subuh saya baru baca. Isinya, Pak, ada warta RT 23 depan Pertamina Pulau Baai melahirkan. Anaknya meninggal. BPJS tidak ada. Ibu ini ditahan pihak rumah sakit karena tidak ada biaya,” ujar Dedy menceritakan.

Alhamdulillah BazNas langsung menuju ke RS Gading Medika dan membayar semua biaya perawatan pasien. Setelah pihak BazNas menginformasikan bahwa pasien sudah pulang, Dedy baru merasa lega.

“Saya tidak kenal dengan Ibu itu. Namun langsung terbayang wajah si ibu. Betapa galau dan gelisahnya dia. Ibu ini ditahan tak bisa pulang. Curhat warga seperti ini sangat banyak. Maklum, no HP saya ini sudah menyebar kemana-mana. Banyak sekali pengaduan warga,” kata Dedy.

Sebenarnya Dedy ingin datang langsung ke RS Gading Medika menemui Ibu tersebut. Namun karena sedang dinas, ia hanya sempat menyapa melalui video call.

“Melalui video call, saya lihat wajahnya pucat habis melahirkan. Masih lesu dan letih. Namun dia lega. Karena sudah bisa keluar dari rumah sakit. Saya bilang Ibu nggak usah cemas lagi. Jaga kesehatan,” cerita Dedy.

Dikatakan Dedy, ada banyak kasus seperti ini. Kemarin, di RT 26 Bentiring Permai ada Ketua RT melapor ke sahabat Dedy yakni Dedi Yanto, anggota DPRD Kota.

Seorang ibu melahirkan, namun ibu dan anak tidak bisa keluar rumah sakit karena tak ada biaya. Lagi-lagi BazNas yang menjadi Dewa Penyelamat.

“Dulu, di zaman kekhalifahan ada Baitul Mal. Lembaga ini menghimpun harta umat dan menyelesaikan semua persoalan rakyat kecil..Inilah misi kami membesarkan dan memberdayakan BazNas. Tekadnya, seperti Baitul Mal nya zaman khalifah. Bahkan zaman Umar Bin Khatab, zakat dijemput paksa.,” jelas Dedy.

Di Kota Bengkulu, seluruh ASN membayar zakat di BazNas. Kemudian dikelola untuk membantu menyelesaikan persoalan keumatan.

“Alhamdulillah sudah banyak fakir miskin, anak yatim, janda-janda tua terbantukan. Pada awal-awalnya kami (walikota-wawali) dihujat. Tapi karena ini misi keumatan, maka kami rela dihujat. Asalkan fakir miskin, anak yatim dan janda-janda tua bahagia,” ujar Dedy.

Sementara itu, Dian Lestari menangis saat diwawancarai. Ia berterima kasih kepada Pemkot Bengkulu, terkhusus walikota dan wawali serta BazNas.

“Saya Dian Lestari, asal Lubuk Linggau yang kini tinggal di Bengkulu. Saya sangat berterima kasih kepada walikota, wakil walikota, baznas, pemkot khususnya yang sudah membantu biaya perawatan saya selama di rumah sakit. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kesuksesan kepada walikota dan wakil walikota,” ucap Dian dengan mata berkaca-kaca

Share this:

Related posts

Neron Pagi, Gubernur Rohidin Paparkan Pembangunan DDTS akan Kembali Dilanjutkan

Berita rafflesia

Kasus Covid-19 Relatif Terkendali, Gubernur Rohidin: Disiplin Sangat Diperlukan

Berita rafflesia

Bupati Mian: Sebagai Aparat Pemerintah, ASN Diminta Pionir Dalam Penerapan Protokol

Berita rafflesia

Leave a Comment