Nasional

Peran KIM Penting dalam Sosialisasikan Prokes saat Pilkada Serentak

Beritarafflesia.com- Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam mensosialisasikan patuh protokol kesehatan (prokes) sangat penting saat penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Sehingga, seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam hajat lima tahunan tersebut dapat mematuhinya secara disiplin.

“KIM akan menjadi bagian dari komunitas yang akan memberikan informasi di ekosistem di wilayah virtualnya terkait dengan prokes. Dan akan menjadi tanggung jawab dalam setiap kegiatan masyarakat misalnya saat Pilkada,” ujar Widodo Muktiyo melalui Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru: Patuh Jaga Jarak, Tetap Produktif dan Aman Covid-19 pada, Rabu (30/9/2020).

Menurut dia, adanya keterlibatan dari KIM akan membantu menyebarkan pesan positif dalam dunia maya terkait dengan kepatuhan terhadap prokes dalam melakukan kegiatan di luar rumah. Dengan begitu, banyak masyarakat yang berselancar di ruang digital dapat esensi betapa pentingnya menerapkan prokes di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Peran KIM luar biasa dalam meningkatkan prokes, dengan mengembangkan paradigma pola komunikasi di masyarakat communication with people,” katanya.

Harmonisasi komunikasi yang dilakukan dengan melibatkan komunitas seperti KIM akan membuat pesan pemerintah dapat lebih tepat kepada sasaran kepada masyarakat yang sedang melakukan pesat demokrasi. Pesan tersebut dapat didistribusikan dari pemerintah pusat hingga masyarakat tingkat komunitas dalam ruang digital.

“Kami sangat senang dan akan kami jadikan simpul-simpul komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Efektifnya sangat berpengaruh kepada pengurus KIM,” katanya.

Selain itu, Widodo menilai, peran KIM dalam memerangi konten yang tidak benar (hoaks) di ruang digital akan sangat membantu pemerintah. Sehingga, pengguna dunia maya tidak mengkonsumsi konten atau narasi yang bisa berdampak buruk kepada kondisi pandemi saat ini.

Mengingat, kondisi dunia maya saat ini dipenuhi dengan masifnya informasi yang bersifat post truth. Artinya, informasi yang tidak berbasis pada kebenaran, melainkan informasi yang dinarasikan dengan menarik tanpa dilengkapi dengan data yang sesungguhnya.

Ada oknum yang dapat merangkai cerita yang apik dapat membuat pengguna ruang digital mempercayainya. Yang tujuannya, merebut atensi para pengguna dunia maya sehingga lambat laun dapat mempercayai informasi yang dinarasikan oleh oknum tersebut.

“KIM juga memiliki peran penting sebagai agen penangkal hoaks dan isu negatif lainnya yang berpotensi beredar di masyarakat,” pungkasnya.

Share this:

Related posts

Fokus Lindungi Konsumen, BPKN Teken MoU dengan SMSI

Berita rafflesia

Dandim 1201 Apresiasi Kunjungan Danramil ke Rumah Panjang Sebagai Bentuk Menjaga Persatuan

Berita rafflesia

Koramil Mandor Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan di Pasar Mandor

Berita rafflesia

Leave a Comment