Hukum Kota Bengkulu

Polisi Amankan 40 Kg Ganja Asal Aceh

BENGKULU, Beritarafflesia.com – Ditresnarkoba Polda Bengkulu berhasil menggagalkan transaksi sebanyak 40 kg ganja siap edar, Rabu (22/1/2020). Petugas mengamankan dua orang tersangka, masing-masing Idil Putra (32) dan Bobby Widayatmoko (34), dengan sejumlah barang polisi di kontrakan di Jalan Merpati 23 RT 14 RW 05 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait transaksi narkoba jenis sabu di Jalan Pondok Indah Merawan Kelurahan Sawah Lebar Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Menanggapi informasi tersebut, polisi pun melakukan pengintaian dan menangkap tersangka Idil pada Rabu, (22/1/2020) pukul 01:30 WIB.

Polisi yang kemudian melakukan pengembangan berhasil mengamankan lagi barang bukti berupa 5 paket besar narkoba golongan I jenis ganja yang dibungkus plastik hitam dan 39 paket kecil lainnya di kontrakan Jalan Merpati 23 RT 14 RW 05 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.  Berdasarkan keterangan yang didapat saat interogasi, narkoba ganja itu disimpan atas suruhan Bobby Widayatmoko alias Bobby yang pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Bengkulu, alias residivis.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno bersama Direktur Resnarkoba Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Sachroni melalui Wadir Resnarkoba Polda Bengkulu AKBP Pambudi saat pers rilis di Mapolda Bengkulu, Kamis (23/1/2020) menerangkan, Bobby merupakan residivis yang baru keluar dari penjara dengan kasus yang sama.

“Dia ini (tersangka) merupakan residivis yang baru keluar dari penjara dengan kasus ganja,” papar Pambudi.

Selanjutnya, diketahui ganja tersebut didapat dari Provinsi Aceh. “Dari pengakuan tersangka ganja tersebut didapat dari Provinsi Aceh dan diambil 2 kali, pertama kali melalui ekspedisi dan kedua terduga pelaku mengambil disuatu tempat.”

Selanjutnya, Pambudi menyampaikan rasa syukurnya atas penangkapan tersebut. “Kalau kita lihat dari barang bukti, yang dapat diselamatkan ini ada sebanyak 5000 masyarakat Bengkulu. Maka kita imbau agar masyarakat tidak mencoba narkoba, karena sudah menyebar kesemua kalangan,” jelasnya lagi.

Dari pengakuan pelaku dalam dua kali transaksi, tersangka mengeluarkan uang sebesar Rp 115 juta. Pambudi menjanjikan pihaknya akan menelusuri asal barang haram tersebut.

“Sebelumnya informasi yang ada mereka ini sering melakukan transaksi jadi kita melakukan pengintaian. Saat ini kita berusaha agar mengungkapkan jaringan narkotika antar Provinsi ini,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal 114 ayat (2) sub pasal 111 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama seumur hidup atau hukuman mati. (FHR)

Share this:

Related posts

Walikota Helmi Hasan Berikan Bantuan (GPS) Kepada Murid SDN 52 Kota Bengkulu

Berita rafflesia

Segenap Pimpinan Dan Karyawan/ti PT,Rodateknindo Purajaya,Menucapkan Dirgahayu Ke-302 Kota Bengkulu

Berita rafflesia

THR ASN DAN HONORER PEMPROV SEGERA CAIR

Berita rafflesia

Leave a Comment