Kepahiang Pemerintahan Provinsi Bengkulu

Program Gudang Resi Kopi, Inovasi Untuk Jamin Kesejahteraan Petani

KEPAHIANG, Beritarafflesia.com Peresmian Gudang Resi Kopi pada Selasa (28/01/2020) mengakhiri penantian panjang oleh banyak pihak. Dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Zamzami Zubir pembangunan Gudang Resi Kopi ini merupakan proyek yang direncanakan akan dieksekusi dari tahun 2013 lalu.

“Gedung ini dibangun oleh anggaran pemerintah Kabupaten Kepahiang 2013 hingga saat ini sudah 6 tahun. Belum dapat memaksimalkan karena pihak ketiga belum siap. Ini merupakan anugerah terutama pelaku usaha kopi. Maka harus didukung program ini, namun harus juga mendorong program Gubernurnya juga. Karena tidak ada sinkron,” ujar Zamzami.

Pada kesempatan tersebut, Zamzami mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja Gubernur Rohidin yang mewujudkan proyek ini. “Kita tidak memikirkan bagi hasilnya namun berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani Kopi. Bayangkan sendiri ini sudah 6 tahun baru terealisasi, kalau Gubernur itu sudah dua periode realisasi ini baru dapat terlaksana,” imbuhnya.

Marsenani, selaku Manager Resi Gudang Kopi Kepahiang mengungkapkan bahwa program ini dibuat atas keprihatinan terhadap petani kopi yang seringkali merugi akibat harga kopi yang masih fluktuatif. Untuk itu, dibutuhkan penyalur bantuan tetap. Yang baru bersedia menjadi sponsor dalam program ini merupakan Bank Sumsel Babel.

“Sebenarnya Kopi ini sebagai jaminan dari para petani. Karena kerap kali terjadi penurunan harga kopi ini berdampak buruk bagi para petani kita. Maka diberikan pinjaman dari Bank dengan jumlah maksimal yang diberikan 70 persen dari nilai resi gudang. Misal ada nilai resi gudangnya sebesar Rp 1 miliar maka diberikan uang pinjamannya sebesar Rp 700 juta,” paparnya.

“Akan tetapi seluruh bank di Provinsi Bengkulu itu belum dapat memberikan resi gudang. Termasuk juga Bank Pembangunan Daerah, karena belum mengerti. Sebenarnya program ini juga untuk menjamin stabilitas harga, karena kopi banyak kalau disimpan di sini (gudang) peredaran berkurang, maka harga tetap stabil,” jelasnya.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Pemda Provinsi Bengkulu sendiri tengah membantu mensejahterakan petani kopi Bengkulu, yakni dengan membangun bisnis kopi Bengkulu. Salah satunya, yakni mendapatkan Sertifikat Indeks Geografis keluar dari Kemenkumham terkait label kopi.

“Untuk kopi ini langkah pertama kita adalah mendapatkan sertifikat terlebih dahulu, karena harus memiliki Hak daerah. Kalau Kopi Bengkulu, keluar dari daerah Bengkulu, maka harus disebut nama Kopi Bengkulu,” ujarnya.

Gubernur Rohidin berharap dengan adanya Resi Gudang Kopi ini merupakan program inovasi, bahkan pelaku usaha sendiri dapat ikut investasi karena kopi dari petani dapat dijual kembali nantinya.

“Selain itu harus memantau penyaluran ekspor. Maka kita meminta agar pelaku usaha kopi disini dari lokal. Kita juga meminta agar tidak menjual lagi kopi di luar pintu lokal kecuali di Pelabuhan Pulau Bai karena harga di luar berbeda dengan dipasaran,” papar Gubernur Rohidin. (FHR)

 

 

 

Share this:

Related posts

DPRD Provinsi Rapat Paripurna, Tindaklanjuti Rekomendasi LKPJ Gubernur Bengkulu

Berita rafflesia

Tim Survei Lemhanas Disambut Bupati Benteng Di Kantor Pemda

Berita rafflesia

Rapat Paripurna Dprd Kaur Pengumuman Penetapan Jadwal Pelantikan Bupati & Wabup Terpilih

Berita rafflesia

Leave a Comment