Mukomuko Nasional Pemerintahan Provinsi Bengkulu

Proyek Jembatan Mukomuko Mangkrak Senilai Rp 11 Miliar, Di Sidik Polda

Beritarafflesia.com – Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Bengkulu saat ini sedang usut kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan jembatan Menggiring Besar Cs tahun 2018 yang dibangun di Desa Pungggur kab.Muko-Muko

Menurut Penjelasan Direskrimsus Polda Bengkulu Ahmad Tarmizi, status penanganan perkara dugaan korupsi pada pembangunan jembatan itu dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan.

Proyek tersebut ditenggarai karena tidak sesuai dengan perencanaan dan mangkrak. Hal itu yang membuat aparat penegak hukum mengusutnya.

Pengusutan perkara itu berdasarkan laporan polisi (LP) Nomor LP-A/72/I/2020/Polda Bengkulu tertanggal 17 Januari 2020.

Proyek pekerjaan penggantian jembatan Menggiring Besar CS ini diduga terjadi tindak pidana korupsi, yang perkerjaannya dilaksanakan PT Mulia Permai Laksono (MPL) sebagai pelaksana pekerjaan atau kontraktor dengan kontrak kerja Nomor HK.02.03/Bb3/PJN.WIL./PBK 1.1/290 tanggal 10 April 2018 oleh Direktur MPL, Firman Lesmana.

Perlu Di Ketahui, sesuai dengan kontrak kerja anggaran yang digelontorkan untuk melaksanakan proyek pekerjaan penggantian jembatan Menggiring Besar CS sebesar Rp 11,820 miliar lebih melalui APBN 2018 di Satker PJN Wilayah 1 Provinsi Bengkulu. Sesuai kontrak pekerjaan penggantian jembatan ini dikerjakan dalam waktu 8 bulan mulai bulan10 April dan berakhir 6 Desember 2018.

“Selama delapan bulan pekerjaan, progres pekerjaannya baru mencapai 54 persen. kemudian diberi perpanjangan waktu hingga 31 Maret 2019, tetapi tetap saja pekerjaan tersebut tidak selesai hanya mencapai 68 persen,” terang Direskrimsus, Sabtu (18/1/2020).

Akibat mangkraknya pekerjaan proyek penggantian jembatan Menggiring Air Punggur Kab. Mukomuko tersebut, jembatan ini tidak dapat di gunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mana tujuannya. Menurut Ahmad Tarmizi pembangunan penggantian jembatan ini tidak sesuai dengan teknis sehingga ahli konstruksi menyatakan Total Loss (gagal).”Lanjut Direskrimsus.

“Terdapat mark up harga pada balok gerder pracetak dan mutu beton yang terpasang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak dalam pekerjaan penggantian jembatan ini,” jelas Ahmad.

Direskrimsus menambahkan mengenai perkara ini pihaknya telah melakukan  gelar perkara Rabu (15/1/2020) lalu. Usai  melakukan gelar perkara pihaknya akan menerapkan pasal dalam perkara ini, Pasal 2 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, subsidier Pasal 3 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 tahun 1999 Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP .

Ahmad Tarmizi menjelaskan  sesuai progres pekerjaan yang ada saat ini realisasi keuangan terhadap proyek pekerjaan penggantian jembatan Menggiring CS ini besarannya hanya mencapai Rp 6,047 miliar dengan indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp 2 miliar.

Ia menegaskan pihaknya saat ini belum menetapkan tersangka. Tambah Ahmad Tarmizi

Tapi jika sudah  mendapatkan hasil dari kerugian BPK Perwakilan Provinsi Bengkulu maka penyidik akan langsung menetapkan tersangka. Untuk saksi dan juga  beberapa pihak terkait hal ini sudah dipanggil.

” Kita akan minta BPK Perwakilan Provinsi Bengkulu untuk melakukan audit, untuk memastikan rill kerugian negara atas pekerjaan ini,” tutupnya. (123)

 

 

Share this:

Related posts

Terima Bantuan, Masyarakat Ucap Terima Kasih Ke Gubernur Rohidin Melalui Vc

Berita rafflesia

DPRD Kaur Jadwalkan Paripurna Istimewa Umumkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Berita rafflesia

Tingkatkan Disiplin Prokes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bagikan Masker Gratis

Berita rafflesia

Leave a Comment