DPRD PROVINSI BENGKULU Provinsi Bengkulu

Reses Usin Ajak Warga Sawah Lebar Sinergi Atasi Sampah, dan Siap Bangun Drainase, Pagar Masjid 2023

Reses Usin Ajak Warga Sawah Lebar Sinergi Atasi Sampah, dan Siap Bangun Drainase 2023

Bengkulu,Beritarafflesia.com, – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH melaksanakan Reses masa sidang ke III di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Bengkulu bertempat di Masjid Nurul Ikhsan RT 24 Kelurahan Sawah Lebar Baru Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, Jumat (25/11/2022).

Usin mengaku sengaja memilih reses di wilayah perumahan dan masuk jalan gang supaya bertemu langsung dengan warga untuk mendengarkan beberapa keluhan dari masayarakat.

Pada saat reses di wilayah sawah lebar usin juga mengajak masyarakat membangun kesadaran. Kesadaran itu harus dibangun dari bawah mulai dari Rumah Tangga usin selalu memberikan Edukasi agar para ibu terus bersinergi membantu masalah sampah. Karena pada saat reses menjadi topik utama pembahasan.

Warga Sawah Lebar antusias ikuti Reses Usin

“Masalah sampah menjadi persoalan di setiap daerah. Makanya kita mulai dari hal kecil. Sampah berasal dari rumah tangga. Kalau perusahaan ada yang mengawasi yaitu Dinas Lingkungan Hidup provinsi Bengkulu,Ā  Lalu siapa yang mengawasi sampah rumah tangga kalau bukan kita bersama. Terkait usulan warga soal pembangunan pagar masjid, dan speker untuk acara pengajian setiap RT,Ā  insya allah tahun 2023 saya akan realisasikan.” TegasĀ Usin.

Masalah sampah menjadi dampak banjir. Hal itu disebabkan oleh masyarakat yang kurang sadar akan dampaknya sehingga mereka membuang sampah ditempat yang tidak semestinya. Misal melempar ke sungai, drainase.

“Kalau banjir yang disalahkan Walikota, Gubernur. Kita yang membuang diatas yang menderita saudara kita yang ada di bawah hulu yang terdampak banjir,” jelas Usin.

Usin saat menyampaikan Edukasi kepada warga

Usin mengungkapkan bahwa, kesadaran akan sampah itu penting. Sumber sampah rumah tangga adalah dapur. Dari situlah tercetus ide pelatihan mengelola sampah menjadi nilai ekonomis yang saat ini sedang digencarkan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu dengan melakukan pelatihan terhadap masyarakat khusus ibu-ibu rumah tangga.

“Ada dua jenis sampah rumah tangga yang dapat diolah yakni sampah organik dan non organik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, pupuk cair dan sebagainya,” terang Usin.

Sementara, sambung Usin, sampah non organik dapat diolah menjadi kerajinan seperti tas, sendal dan sebagainya. Usin mengungkapkan warga yang ikut pelatihan dan sudah membuat kerajinan dari sampah non organik menjadi tas, sendal dan lainnya diminta nanti pada tanggal 20 sampai 23 Desember mendatang mengikuti pameran UKM di Sport Center.

“Produksi yang berasal dari sampah non organik seperti jadi tas. Wajib dipamerkan hasilnya dan nanti akan bantu penjualannya,” tukas Usin. (Bgs)

Share

Related posts

Luncurkan Kartu Bengkulu Sejahtera, Menkes RI Apresiasi Gebrakan Rohidin-Rosjonsyah

Berita rafflesia

Pelaksana Tugas Rektor IAIN Bengkulu Tinjau Pelaksanaan Ujian PMB Mandiri

Berita rafflesia

Gubernur Rohidin Ikuti Rapat APS Yang Digelar BNN Provinsi Bengkulu

Berita rafflesia

Leave a Comment