Safari Ramadhan Bupati Rejang Lebong  ‘’Ditutup’’di Masjid Taqwa KP Jawa

Safari Ramadhan Bupati Rejang Lebong  ‘’Ditutup’’di Masjid Taqwa KP Jawa

Safari Ramadhan Bupati Rejang Lebong  ‘’Ditutup’’di Masjid Taqwa KP Jawa

Rejang Lebong,Beritarafflesia.Com-Agenda Safari Ramadhan 1445 H yang dilaksanakan Bupati Rejang Lebong, Drs. Syamsul Effendi, MM berakhir di Masjid Taqwa Kelurahan Kampung Jawa, Curup Tengah, Sabtu, (30/3).

Dalam safari penutup itu, bupati didampingi sederet pejabat dinas instansi jajaran Pemkab. Diantaranya, Asisten I Setda, Pranoto Majid, SH, M.Si, Kadis Dikbud, Drs. Noprianto, MM, Kadis DPMPTSP, Zulkarnain, SH, Kadis Pertanian dan Perikanan, Ir. Amrul Eby, MM, Kadis Perindagkop-UMKM, Anes Rahman, S.Sos. Ditambah Kadis Perpustakaan dan Arda, Zulkarnain Harahap, S.Sos, MM. Staf ahli bupati, Ir. Zulkarnain, MM, para camat dan Drs. Khairul Anwar dari Baznas.

Usai Shalat Isya, tarawih dan witir yang diimami Ustadz Dr. H. Ngadri Yusro, M.Ag, bupati memberikan santunan kepada 5 dhuafa. Yakni Erda Yani, Tarmini, Nilawati, M. Zaini dan Rosla. Serta membantu 3 lemari untuk 3 masjid. Masjid Taqwa, Kampung Jawa, Masjid Taslim, Banyumas dan Masjid Darussalam, Kelurahan Air Bang. Serta 4 masjid lagi mendapat bantuan dana hibah. Ketiga masjid itu adalah, Masjid Latiful Akbar Kelurahan Talang Rimbo Lama mendapat Rp20.000.000, Masjid Miftahul Jannah Kelurahan Batu Galing Rp15.000.000, Masjid Al Mujahidin Kelurahan Air Bang Rp30.000.000 dan Masjid Darussalam Kelurahan Talang Rimbo Baru mendapat Rp20.000.000.

Safari Ramadhan Bupati Rejang Lebong  ‘’Ditutup’’di Masjid Taqwa KP Jawa

‘’Kita bersyukur, malam ini Safari Ramadhan yang dilaksanakan di 15 titik kita tutup dengan menunaikan shalat isya dan tarawih berjemaah di Masjid Taqwa Kelurahan Kampung Jawa ini. Di masjid ini jamaahnya luar biasa, ruang masjid penuh dengan jamaah. Ini menggambarkan aktivitas syiar Islam yang tinggi di wilayah Kampung Jawa. Mudah-mudahan kita masih dipertemukan pada Ramadhan 1446 H mendatang,’’ kata bupati.

Di Hadapan para Jamaah, bupati mengucapkan terimakasih atas dukungannya dalam menyukseskan Pemilu legislatif dan Pilpres. Sehingga, pesta demokrasi itu bisa berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

‘’Pemilu telah menghasilkan para wakil rakyat untuk DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Rejang Lebong. Juga Presiden – Wakil Presiden RI, Prabowo-Gibran. Tapi, dalam tahun ini juga masih ada 1 agenda pesta demokrasi lagi. Yaitu Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur dan Pemilihan Bupati- Wakil Bupati. Bagi masyarakat yang berminat mencalon silahkan ambil formulir pendaftaran di partai politik. Soal siapa yang akan dipilih nanti kita serahkan sepenuhnya kepada masyarakat,’’ ujar bupati.

Untuk itu lanjut bupati, pastikan seluruh warga yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dapat terdaftar sebagai pemilih. Lalu, gunakan hak suaranya di TPS.

Safari Ramadhan Bupati Rejang Lebong  ‘’Ditutup’’di Masjid Taqwa KP Jawa

Bupati juga mengapresiasi panitia pembangunan Masjid Taqwa Kampung Jawa yang telah berhasil membangun masjid dengan indah. Termasuk upaya pengurus yang mampu membantu pembangunan masjid lain. Serta menyantuni warga sakit dan dhuafa.

‘’Masjidnya sudah bagus dan yang terpenting adalah, memakmurkan kegiatan ibadah di masjid,’’ demikian bupati.

Sebelumnya, Ketua DKM Masjid Taqwa, Syamsir, SKM, MKM melaporkan, bahwa pembangunan Masjid Taqwa dengan konstruksi 2 lantai sudah rampung. Termasuk membangun tempat peristirahatan di halaman masjid.

‘’Masjid Taqwa ini berada di pinggir jalan protokol. Jadi, kita menyiapkan tempat peristirahatan para pengendara setelah menunaikan shalat. Khususnya di bulan Ramadhan ini kita menyiapkan makanan dan minuman bukoan. Di Masjid ini juga telah dilaksanakan pengajian bapak-bapak, pengajian ibu-ibu dan pengajian anak-anak,’’ tutur Syamsir.

Sementara Dr. H. Ngadri Yusro, M.Ag dalam tausiyah singkatnya mengupas keutamaan zakat. ‘’Ini malam ke-20 Ramadhan. Semoga kita bisa istiqomah menjalankan ibadah puasa hingga akhir hayat,’’ kata Ngadri.

Dikatakan, pada 10 hari terakhir Ramadhan ini umat Islam fokus pada pembayaran, pengelolaan dan penyaluran zakat. Mulai dari zakat mal hingga zakat fitrah.

‘’Zakat fitrah telah ditetapkan dalam 3 kategori. Pertama, Rp45.000 per jiwa. Kedua Rp40.000 per jiwa. Serta Rp30.000 per jiwa. Atau 2,5 kg beras atau 10 canting merunjung,’’ tukas Ngadri.

Zakat fitrah ini kata Ngadri, merupakan ‘’perangko surat’’ yang dapat mempercepat penyampaian amal ibadah. Zakat fitrah juga berfungsi untuk membersihkan diri orang yang berpuasa yang diberikan kepada kaum dhuafa dan fakir miskin sebelum pelaksanaan Shalat Id.

‘’Kalau diberikan setelah shalat id maka bukan lagi disebut zakat fitrah. Tapi tergolong infaq shadaqah biasa. Jadi, sangat fatal jika ada panitia amil zakat masjid yang masih menumpuk zakat fitrah yang terkumpul. Sebab, tujuan zakat fitrah ini adalah untuk membantu dhuafa agar dapat berbahagia di Hari Raya Idul Fitri. Jadi, seluruh zakat fitrah yang terkumpul harus disalurkan secara tuntas. Jangan disimpan-simpan atau digunakan untuk pembangunan masjid. Petugas amil juga tidak boleh diberi insentif dari dana zakat fitrah yang terkumpul. Tapi, berikan dari dana sumber yang lain,’’ terang Ngadri.

Selain itu, pembagian zakat fitrah ini harus dilakukan dengan adil. Jika selama ini zakat fitrah dibagikan pada setiap rumah, tanpa mempertimbangkan berapa jumlah penghuninya.

‘’Misalnya paket zakat fitrah yang diberikan untuk 1 rumah berpenghuni 5 orang akan sama dengan 1 rumah dengan penghuni 1 atau 2 orang. Seharusnya untuk 1 rumah dengan 5 penghuni lebih banyak dari bagian 1 rumah dengan 1 penghuni. Sehingga, memenuhi skala prioritas keadilan,’’ demikian Ngadri Yusro.(BR1)