Sejarah dan Biografi Peninggalan Pangeran Arpan di Semidang Alas Maras (Seluma)

Sejarah dan Biografi Peninggalan Pangeran Arpan di Semidang Alas Maras (Seluma)

Bengkulu,Britarafflesia.com- Sejarah peninggalan Pangeran Arpan di Semidang Alas Maras (Seluma),  Penjabatan sebagi Depati( Pasira), atau pemimpian marga di Semidang Alas Maras. Ada bebrapa peninggalan yang msih ada samapi saat ini seperti, Keris, Kereta,Rumah, Makam Keluarga Pangeran Arpan.

Rumah yang berada di Kelurahan Karang Anyar ini dibangun pada tanggal 1  Maret 1916 oleh Pangeran Arpan. Pangeran Arpan menjabat sebagai kepala marga (margahoofd) Semidang Alas Maras dari tahun 1916 hingga tahun 1945.  Sebagai kepala marga, Pangeran Arfan bertindak sebagai pengatur dalam bidang adat, sosial dan hukum. Disebelah sisi barat rumah Pangeran terdapat penjara yang difungsikan sebagai tempat hukuman masyarakat yang dianggap  melanggar adat dan melakukan tindakan kriminal. Pangeran Arpan memiliki tiga orang anak, yang salah satunya bernama Abutalip pernah menduduki jabatan sebagai Wedana Seluma.

Sejarah dan Biografi Peninggalan Pangeran Arpan di Semidang Alas Maras (Seluma)

Bangunan rumah Pangeran Arpan merupakan bangunan lama dengan konstruksi utama mengunakan bahan kayu. Rumah berbentuk persegi panjang dan tergolong sebagai rumah panggung dengan mengunakan tiang-tiang cor sebagai penyangga rumah. Tiang-tiang rumah ini memiliki ukuran tinggi lebih kurang 2 meter dan lebar 40 centimeter dengan jumlah tiang 24 buah. Atap bangunan berbentuk limasan dengan mengunakan bahan seng, namun sebagian atas bagian depan terlihat rusak. Begitu pula dengan lisplang yang terbuat dari papan kayu polos yang terletak di bagian atas depan yang letaknya  di sebelah arah timur sudah lepas dan rusak. Pada bagian depan terdapat tangga naik yang terbuat dari semen cor dengan jumlah anak tangga 9 undakan serta bagian kiri kanan terdapat pelipit tangga. Di bagian bawah tangga ini terdapat terowongan setinggi kurang lebih 1 meter. Pintu masuk terbuat dari kayu dengan jumlah 2 daun pintu berbentuk kreyprak begitu juga dengan jendela rumah yang terapat pada bagian kiri dan kanan pintu. Dinding dan lantai rumah mengunakan papan kayu yang disusun secara horizontal. Selain itu terdapat juga teras dengan mengunakan pengaman berupa pagar kayu yang berbentuk persegi panjang yang disusun sejajar  setinggi 75 cm. Pada teras terapat juga tiang-tiang kayu berjumlah 4 buah namun yang tersisa hanya 2 buah. Pada lantai, pagar, dan dinding rumah sisi timur kondisi rusak terlihat bangunan ini tidak terawat dan biarkan dan keadaan kosong tanpa penghuni.(Dita N)