Surat Klarifikasi Tak Direspon,LSM Mata Rakyat Akan Lapor Pekerjaan Irigasi Seluma Ke Kejati

Plang Proyek  Rehabilitasi Jaringan Irigasi di D.I Air seluma tahun Anggaran 2020 yang Putus Kontrak

 

SELUMA,Beritarafflesia.com- Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Mata Rakyat, yang berdomisili di kabupaten seluma di ketuai Pirasuki, mendatangi  lokasi pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di D.I Air seluma Rabu pagi  (21/04/2021)

Kedatangan ketua lsm mata rakyat ini ke lokasi proyek irigasi tersebut, guna mempertanyakan keberadaan surat klarifikasi yang perna ia layangkan kepada pihak perusahaan kontraktor pelakasana,yakni PT.Rama Karya Cipta dan Konsultan Supervis,Winaguna Serana Teknik,yang di tembuskan ke Diktorat  Jenderal Sumber Daya Air,SNVT PJPA Sumatra VII Provinsi Bengkulu,terkait kegaiatan irigasi dan rawa III dengan nilai Pagu dana  Rp.18,707.627.350; tahun anggaran 2020.

Kondisi pekerjaan proyek tahun 2021 masih dalam pengerjaan 

Menurut ketua LSM Mata rakyat Pirasuki menjelaskan, dirinya melayangkan surat kepada perusahaan kontraktor pelaksana PT.Rama Karya Cipta ini, sekita 2 bulan yang lalu, namun sampai saat ini tidak ada tanggapan,baik dari pihak perusahaan kontraktor maupun PU Balai Wilayah Sungai  Sungai Sumatra VII provinsi Bengkulu.

“ Kami mempertanyakan tentang setatus proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I Air Seluma yang di kerjakan 27 oktober 2020 lalu,sampai saat ini meskipun sudah tahun 2021 perkerjaan tersebut tidak selesai,bahkan kondisi fisik sekarang ini masih lebih kurang 40 % persen. Makanya kami mempertanyakan status proyek ini,bagaimana mekanismenya hingga sampai putus kontrak” jelas Pirasuki

Iapun mengatakan, surat  klarifikasi yang ia  tujukan kepada kontraktor dan pihak PU Balai ini sudah 2 bulan yang lalu, namun ketika di tanya kepada pihak manager perusahaan dilapangan mereka mengaku tidak perna menerima surat tersebut.

Kondisi Fisik Irigasi 40 Persen April Tahun 2021 

“ Saya hari ini bertemu langsung dengan manager perusahaan PT.Rama Karya Cipta di lapangan, Jhon Lande,tapi waktu saya menanyakan klarifiksi surat yang perna saya layangkan itu, mereka mengaku tidak perna menerima surat dari dari LSM” Terangnya.

Tommy menambahkan” terkait dengan pekerjaan fisik rehabilitasi irigasi air seluma ini, pihaknya menduga bahwa terindikasi korupsi, karna samping bahwa pekerjaan tidak sesuai spek, proyek ini juga tidak memiliki K3 untuk keselamatan pekerja, sehingga dalam pengerjaan proyek ini sudah melanggar aturan.

“ Terkait dengan permasalahan yang terindikasi korupsi dalam kegiatan pekerjaan proyek ini, sengaja kami tidak menceritakan detil ke awak media, karna mengingat kami masih ingin mengumpulkan data untuk membuat laporan resmi ke kejaksaan tinggi (Kejati) Bengkulu” tegasnya

Semetara itu menanggapi hal ini manager perusahaan PT.Rama Karya Cipta bagian lapangan, Jhon Lande membenarkan, bahwa pihaknya tidak perna menerima surat klarifikasi dari lsm Mata Rakyat,kalaupun memang ada surat biasanya pihak humas yang berada di lapangan pasti menyampaikan kepada pihak pengawas dari PU balai saat mereka turun kelapangan.

“ Kami tidak perna menerima surat apapun dari lsm,kalau memang ada surat yang berisi tentang klarifiksi tersebut pasti kami sampaikan kepada Bagian Satker atau PPTK yang ada di PU Balai sesuai dengan tembusan”  Elak Jhon londe saat ditemui wartawan media ini di tempat beskem lokasi proyek.

Dilanjutkan Jhon, Kalau persoalan bahwa proyek ini putus kontrak dan tidak susuai aturan, seperti yang disampaikan oleh LSM Mata Rakyat itu, ia menyarankan agar konfirmasih langsung kepada pihak PU Balai Sumtra VII Provinsi Bengkulu.

“ Saya tidak berani menerangkan secara detil terkait indikasi yang di tanyakan baik dari LSM maupun Wartawan,karna saya hanya orang lapangan. Sebaiknya konfirmasih langsung kepada satker dan PPTK nya  di PU Balai, merekakan yang berwenang untuk menjawab hal ini” tutup Jhon

Ketika ingin di konfirmasih kepada kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra VII  Provinsi Bengkulu, Muhamad Pirman ST.MT saat di hubungi melalui head pone miliknya tidak dijawab, sehingga berita ini di tayangkan belum ada keterangan resmi dari PU Balai” (BR)