Bengkulu Utara Pemerintahan

Tahapan Pilkada, Pemkab BU Gelar Rakor Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19

Bengkulu Utara, Beritarafflesia.com – Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE, M.AP memimpin Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid 19, pada tahapan pilkada serentak tahun 2020 di ruang rapat sekda kab BU, Kamis (17/9/2020).

Rapat dilaksanakan menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dihadiri oleh Sekda Kab. BU, Dr.Haryadi, S.pd, MM, Kasdim Kodim 0423 BU, Wakapolres, Kasi Intel Kejari, Pihak KPU, Bawaslu, kabag hukum dan stake holder terkait.

Wakil Bupati Arie Septian mengatakan dipilkada tahun ini sangat berbeda pada tahun sebelumnya mengingat tahun ini sedang dilanda wabah covid-19 tentunya harus menrapkan dan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

“Pada penyelengaraan Pemilu pihak kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan fasilitas kesehatan pada pemilihan, Jaga Jarak, Melarang kerumunan dan cara penerapan kontrol kapasitas pada pelaksanaannya.” Tegas wabup dalam rakor tersebut.

Arie Septia menegaskan bahwa protokol kesehatan tidak hanya berlaku pada penyelenggara saja namun seluruh bagian yang ada di dalam pelaksana pemilu. Bersama Forkopimda, Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu), Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanganan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan dan stake holder terkait harus bergandengan tangan agar terciptanya pemilu yang sukses dan tetap terjaga nya protokol kesehatan juga dalam penegakan hukum dan sanksi kita ikuti yang berlaku.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, saat ini kita menjalankan Pilkada tahun 2020 yang merupakan pilkada pertama saat terjadi krisis kesehatan. Semuanya harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada, oleh karena itu perlunya di laksanakan tes Rapid dan pada KPU serta seluruh penyelenggara Pemilu di Kabupaten Bengkulu Utara ” Jelasnya.

Selain itu beliau menambahkan bahwa selain dibutuhkan disiplin yang tinggi dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19, juga harus fokus pada hambatan konflik di masyarakat.

“Kita harus fokus pada hambatan konflik di masyarakat termasuk gangguan konvensional seperti anarkisme yang harus diwaspadai.” tambahnya. (Apri)

Share this:

Related posts

Pemkot Bantu Biaya Rujukan Manha ke Palembang

Berita rafflesia

Tidak Ingin KUA-PPAS Molor, Sekda Provinsi Minta OPD Gerak Cepat

Berita rafflesia

Bantu Bangkit dari Covid-19, UMKM Bengkulu akan Terima Insentif dari Pemerintah

Berita rafflesia

Leave a Comment