Seluma

Tak Transparan Pembagian BLT, Kades Rawa Indah Dituntut Mundur

Seluma, Beritarafflesia.com- Diduga tidak tepat sasaran dan tidak transparan dalam pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Desa Rawah Indah Kecamatan Talo, dari 503 KK hanya 32 KK yang mendapatkan bantuan tersebut. Sebanyak 690 masyarakat somasi Kepala Desa.

Dalam surat somasi disampaikan, Masyarakat desa Rawa Indah sebanyak 690 warga mencabut hak suara kepada Kades Rawah Indah.

Masyarakat menuntut Kades untuk mundur dari jabatannya dan somasi ini diberi waktu tiga kali dua puluh empat jam agar (terhitung hari ini, Senin (8/06/20) Kades mengingkrarkan somasi warga.

“690 warga sudah tandatangan real tanpa ada unsur paksaan, yang mana mereka menuntut Kades kami itu untuk tanggalkan jabatannya. Itu real karena adanya permasalahan yang tidak transparan, sehingga masyarakat kecewa,”tegas salah satu warga Rawa Indah Turiman Djarot kepada wartawan.

Disampaikannya, polemik ini muncul setelah 12 RT di desa Rawah Indah mengundurkan diri. Sehingga masyarakat terpanggil untuk penyelesaian masalah tersebut, selama ini Kades tidak pernah trasparan dalam penggunaan ADD dan DD terutama dalam pembagian BLT DD ini, dari 25 persen anggaran hanya dibagikan untuk 32 masyarakat.

“Pembagian tersebut tidak transparan dan tidak real dilapangan. Yang layak dapat tidak terdata, “ujar Turiman.

Setelah dilakukan mediasi dikantor desa Rawah Indah, oleh Camat Ilir Talo, Danramil Talo, Polsek Talo, Kades dan BPD sempat memanas.

Masyarakat bersikukuh untuk tetap menjalankan somasi dengan waktu yang sudah ditentukan. Walaupun sudah ada kesepatan untuk kembali didata ulang.

“Somasi tetap berjalan, karena hukum yang sudah terjadi harus tetap diproses. Kita masih tunggu tataca sesuai prosedur, “jelas Turiman.

Sementara itu, Kepala Desa Rawah Indah Rubianto membantah bahwa dalam penyaluran BLT DD sudah sesuai aturan dan tepat sasaran, dari seratus usulan setelah dilakukan verifikasi itu ada 32 KK yang layak mendapatkan.

“Tadi dari hasil mediasi kita serahkam kemasyarakat untuk menyampaikan data, mungkin ada yang tinggal. Kalau yang sudah dibagikan itu sudah sesuai aturan,”jelas Kades.

Menyikapi somasi masyarakat menuntut dirinya untuk turun jabatan, Rubianto menegaskan bahwa dirinya tersebut dilantik oleh Bupati Seluma, sehingga keputusan kita kembalikan ke Pemda.

“Penyaluran sudah sesuai aturan, data dan bukti semuanya lengkap, “tegasnya.

Dengan adanya somasi masyarakat menuntut Kades untuk mundur, Camat Ilir Talo, Nopetri Elmanto mengatakan bahwa somasi yag mereka sampaikan itu ada aturan, bukan berarti mengandalakan tandatngan masyarakat itu bisa menjatuhkan pemerintahan desa. Sehingga harus ada prosedur dan tetap keputusan Bupati.

“Intinya mereka masalah dana BLT. Dari 32 masyarakat yang menerima masih ada masyarakat lain yang belum menerima, Tadi sudah kita sapaikan masyarakat untuk sampaikan data nanti kita kumpulkan dan verifikasi ulang,”imbuh Camat.

Share this:

Related posts

Laporan Asusila Perselingkuhan Bedahara Desa Maras Jauh Seluma Masih Dalam Lanjutan

Berita rafflesia

Polres Seluma Razia Pengendara, Tegaskan Pentingnya Terapkan Protokol Kesehatan

Berita rafflesia

Dinas Perkim Seluma Targetkan 1.000 Unit Bedah Rumah

Berita rafflesia

Leave a Comment