Kota Bengkulu

Teuku Dewan : Omong Kosong Indomaret Bayar Pajak dan CSR

Kota Bengkulu, Beritarafflesia.com – Pernyataan petinggi PT. Indomarco Prismatama Bengkulu Ir. H. Firdaus Djailani, dibantah keras oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain, pasalnya Firdaus Djailani menyatakan bahwa Indomaret selalu aktif membayar pajak dan menyalurkan dana CSR, serta ijin tidak selesai di Disperindag.

 

“Pajak dan CSR itu berlaku untuk perusahaan yang ada izinnya, yang nggak ada izin gimana mau ngomong pajak dan CSR, omong kosong firdaus itu, jadi macetnya perijinan karena ada persyaratan yang nggak ada, contoh mana 20 persen produk UMKM yang diserap Indomaret?, mana 75 persen warga kota yang jadi pekerja?, mana kontrak kerja karyawannya, dan Indomaret nggak boleh berdekatan dengan pasar tradisional, cek di panorama, cek di sentiong, kemudian jelas pagar Indomarco melanggar GSP, Firdaus harusnya menjawab itu semua, Polemik itu udah selesai. Final Indomaret harus ditutup sebelum semua syarat dilengkapi,” ujar Teuku Zulkarnain. Selasa, 23/03/2021.

Ada, tambah Teuku Zulkarnain, kontrak pihak Indomarco untuk menampung produk UMKM, Tenaga kerja yang diserap minimal 75 persen warga kota dan tenaga kerja ini di lindungi sesuai dengan UU ketenaga kerjaan, sistem zona juga harus berlaku. Kemudian pagar Indomarco harus dibongkar, karena ini berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku.

“Kan bisa lihat fakta itu kan? Di panorama sangat dekat dengan pasar. Di pasar Minggu juga, dan di Muaro, dekat pasar itu Indomaret juga, kemudian kita pasti pernah belanja di Indomaret, pernah nggak nengok produk UMKM kita?, Nah silahkan cek ke betungan nyata pagar dia melanggar GSP, nggak tanggung-tanggung, 6 meter dia lewat,” ungkapnya.

Kemudian, ujar Teuku, logika kita harus main, Indomaret berdiri dekat warung, tapi ada izin HO keluar, izin HO dasarnya adalah persetujuan warga sekitar, mungkin nggak pemilik warung itu ngizinkan?, “Itu dia makanya, kita (komisi 1, red) pernah cek, warga nggak ngizinkan, lalu bagaimana bisa keluar, siapa yang main, kalau kita masuk lebih dalam, terbongkar galo kelak.” Tegas Teuku

“Intinya masalah Indomaret itu banyak, kerja kami dari 2015 jadi nggak ujug-ujug, kesempatan 6 tahun, sudah terlalu banyak toleransi. Seakan ada negara dalam negara, Jadi abang anggap polemik sudah tuntas, wacana udah lewat. Sekarang action, tutup indomaret,” tutup Teuku.(Byk) 

 

Share

Related posts

Makin Canggih, BPBD Akan Miliki Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami

Berita rafflesia

Panitia Hari Disabilitas Internasional 2020 Silaturahmi Ke Kapolda Bengkulu

Berita rafflesia

Wawali Dedy : Satpol PP Menjadi Garda Terdepan Untuk Menegakkan Perda dan Perwal

Berita rafflesia

Leave a Comment