Hukum Seluma

Tidak Terima Disalahkan Hanya Berdua, Tersangka Lorupsi DPRD Seluma Sebutkan Mantan Anggota Dewan

SELUMA, Beritarafflesia.com – Penyidik Direktrorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu telah menetapkan Fery Lastoni dan Samsul Asri sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyalagunaan bahan bakar minyak dan biaya pemeliharaan kendaraan dinas di Sekretariat DPRD Seluma (15/1/2020) lalu. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 900 juta.

Fery Lastoni yang tidak terima atas penetapan tersangka, buka suara terkait siapa saja yang diduga turut terlibat dalam kasus tersebut. Melalui kuasa hukumnya, I Made Sukiade SH, Fery mengungkapkan 12 nama, yakni 8 anggota dewan periode 2014-2019 serta 4 lainnya yakni pejabat struktural di Setwan DPRD Seluma

Berikut 12 nama yang diduga terlibat dalam kasus korupsi BBM dan pemeliharaan kendaraan dinas di Setwan DPRD Selum tahun 2017:

  1. HT (DPRD)
    2. UU (DPRD
    3. OF (DPRD)
    4. EH (DPRD)
    5. YA (DPRD)
    6. An (DPRD)
    7. ZA (DPRD)
    8. Ro (DPRD)
    9. Kh (ASN)
    10. Sa (ASN)
    11. Om (ASN)
    12. ES (ASN)

“Saya sangat mendukung langkah Polda Bengkulu ini. Namun satu permintaan saya, jangan tebang pilih. Siapapun yang terlibat, harus ditetapkan tersangka dan diproses hokum. Klien saya ini adalah PPTK nya, jadi pasti paham betul kemana saja aliran dana tersebut ” ujar Made Sukiade.

Made menyampaikan, dirinya juga akan menghadap ke KPK, meminta agar dapat memonitor jalannya penyidikan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Bengkulu dalam mengungkap dan menelusuri aliran dana BBM dan pemeliharaan kendaraan dinas tahun 2017 di DPRD Seluma ini.

“Dalam bulan ini kita akan pertanyakan hasilnya ke Ditreskrimsus. Kita akan lihat dulu perkembangannya seperti apa nantinya. Rencananya saya akan ke KPK juga dalam waktu dekat ini. Agar pengusutan dan penyidikan yang dilaksanakan penyidik Ditreskrimsus benar maksimal dan profesional dalam mengungkap perkara ini,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Direskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Ahmad memberikan oernyataan bahwa Polda akan kembali mengelaborasi terkait penyidikan korupsi BBM dan pemeliharaan kendaraan dinas di DPRD Seluma tahun 2017 tersebut, dimulai dari penelusuran aliran dana. Pihaknya mencurigai ada pelaku lain yang terlibat dalam perkara ini.

“Yang jelas kita telusuri dulu, siapapun yang terlibat dan menerima anggaran tersebut harus bertanggungjawab. Kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Ahmad Tarmizi.

Direskrimsus menambahkan walaupun kerugian negara dari perkara ini telah dikembalikan, namunproses hukum tetap berlanjut. Pengembalian dana tersebut tetap menjadi pertimbangan. “Jika memang ada yang telah mengembalikan, nanti akan kita lihat dulu. Jika pengembaliannya dilakukan sebelum proses penyelidikan maka kita tidak proses. Namun jika setelah kita lakukan penyelidikan maka tetap akan kita proses hukum,” tegas Ahmad.(Cecep)

Share this:

Related posts

Jual Samcodin Tanpa Resep, Polres BS Amankan IRT Desa Tanjung Beringin

Berita rafflesia

Terlibat Pengeroyokan, 3 Warga Kota Bengkulu Ditangkap

Berita rafflesia

Hilang Di Sungai, Bocah SD Justru Ditemukan Di Rumah Nenek

Berita rafflesia

Leave a Comment