Kota Bengkulu Pemerintahan

Virus Corona Membuat Ekonomi Masyarakat Menurun, Mendagri Percepat Pencarian DD

Bengkulu, Beritarafflesia.com- Sebagaimana disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menurutnya  dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona perlu diwaspadai. hal tersebut bisa mempengaruhi ekonomi di tanah air, langkah antisipasi harus dilakukan, salah satunya dengan mempercepat proses pencairan dana desa (DD).

Seperti yang diketahui ketika virus corona yang melanda di negara negara tetangga semua akses ekspor inpor barang maupun manusia di tutup sementara lebih jelasnya dari negara tiongkok, akibatnya tekanan ekonomi masyarakat Indonesia semakin menurun.

“Untuk mengantisipasi tekanan ekonomi global, desa-desa di Indonesia harus diperkuat dengan memaksimalkan dana desa senilai 72 triliun untuk 74.953 desa se-Indonesia,” Jelas Tito.

Atas arahan presiden, Mendagri segera menindaklanjutinya bersama Menteri Keuangan dan Menteri Desa dan PDTT untuk segera memproses percepatan pencairan dana desa. Karena desa merupakan penyanggah ketahanan perekonomian negara. Namun Tito mengingatkan, meski dipercepat realisasi dana desa harus tetap tepat sasaran.

Bahkan Tito juga sudah menginstruksikan pejabat eselon I Kemendagri untuk turun langsung ke daerah-daerah guna memantau dan mengawasi penyaluran dana desa, termasuk ke Bengkulu.

Kemarin, 25 Februari 2020, Bertempat di Balai Buntar, digelar Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020. Hadir mewakili Mendagri adalah Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP Boytenjuri.

“Sesuai instruksi Mendagri dan Presiden, pejabat eselon I Kemendagri mendapat tugas keliling daerah untuk memantau dan mengawasi penyaluran dana desa. Pencairan alokasi dana desa ini dipercepat sebagai upaya mengantisipasi imbas kondisi ekonomi dunia akibat mewabahnya virus corona,” katanya.

Semangat yang sama pun disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, bahkan ia juga meminta para bupati se-Provinsi Bengkulu untuk segera mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penghasilan Kepala Desa serta Perangkat Desa.

Ditegaskan bahwa dengan adanya standar minimum penghasilan kades dan perangkatnya, maka tidak akan ada lagi kesenjangan antar kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu. Selain juga memberikan rasa adil bagi para kades.

 

Dari total keseluruhan dana desa sebesar Rp72 triliun, Provinsi Bengkulu mendapatkan Rp1,09 triliun. Dana sebesar ini harus betul-betul dimaksimalkan untuk menggerakkan ekonomi di desa, dengan demikian perekonomian Indonesia akan tetap stabil, termasuk dalam mengantisipasi dampak ekonomi corona. (Buyek)

Share this:

Related posts

Bupati Mian Dukung Pencanangan Kampung “BERSERI” di Desa Sember Agung

Berita rafflesia

Lagi Dan Lagi, Pemkot Bengkulu Pinjamkan Mobil Dinas Kepada Warganya

Berita rafflesia

Konferwil Fatayat NU, Fatrica Syafri Terpilih Sebagai Ketua

Berita rafflesia

Leave a Comment