Wakil Walikota Bengkulu Turut Hadir Dalam Kegiatan Memperingati HUT Pramuka Ke-62

Bengkulu,Beritarafflesia.Com– Pelaksanaan Renungan dan Ulang Janji Peringatan Hari Pramuka ke-62 Kwartir Cabang 0704 Kota Bengkulu digelar di Balai Kota Merah Putih, Minggu (13/8/2023).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, para Asisten, para Kepala OPD, perwakilan Forkopimda, Anggota DPRD kota, Pembina Andalan Pramuka Kota Bengkulu serta peserta kegiatan yang terdiri dari undangan dan anggota pramuka.

Pada kesempatan tersebut, Wawali Dedy selaku Ketua Kwarcab Kota Bengkulu memimpin pelaksanaan renungan dan ulang janji, dilanjutkan dengan pemberian tanda penghargaan Melati, Darma bakti, Pancawarsa kepada anggota Mabicab, andalan cabang, Ka. Mabiran dan kamabigus, ditutup dengan penyematan pita dan selempang pembina Pramuka mahir tingkat lanjutan.

Dihadapan seluruh anggota pramuka, Dedy menyampaikan bahwa renungan suci dan ulang janji pramuka tersebut mempunyai makna yang mendalam. Bukan hanya seremonial maupun formalitas semata.

“Renungan yang bisa kita rasakan bersama pada malam hari ini, kita ingin terus kobarkan semangat juang para pahlawan melalui karya dan pembangunan untuk Kota Bengkulu. Karena kita ingin Pramuka Kota Bengkulu selalu jaya dan eksis,” ungkap Dedy.

Dedy juga menjelaskan, sebagai anggota pramuka mengajak untuk semua Pramuka Kota Bengkulu untuk luruskan arah kehidupan ke arah Satya dan menjalankan kesepuluh Dharma Pramuka dengan sungguh-sungguh agar hidup menjadi bermakna bukan saja pada diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Setelah itu, dirinya mengajak seluruh anggota pramuka, terkhusus Kwartir Cabang 0704 Kota Bengkulu untuk lebih peduli dengan pramuka. Dengan harapan pramuka Kota Bengkulu selalu jaya dan lebih baik ke depannya.

Sebagai informasi, sejarah Hari Pramuka tak terlepas dari adanya Gerakan Pramuka di Indonesia, Pramuka lebih dulu berkembang di Inggris lewat pembinaan remaja oleh Lord Robert Baden Powell of Giwell. Gerakan tersebut kemudian menyebar di negara lain, termasuk Indonesia.

Gerakan Kepanduan di Indonesia diawali dengan berdirinya Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berubah menjadi Nederlands Indische Padvinders. Selanjutnya pada 1916, S.P. Mangkunegara VII membuat organisasi kepanduan sendiri di Tanah Air tanpa campur tangan Belanda. Organisasi ini diberi nama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO).

Namun pada zaman penjajahan Jepang, aktivitas organisasi kepanduan dan partai dilarang. Berangkat dari situ, pada September 1945, sejumlah tokoh gerakan kepanduan berkumpul dan melakukan pertemuan di Yogyakarta.

Dari hasil kongres yang dilakukan tepatnya 27-29 September 1945, terbentuklah Pandu Rakyat Indonesia. Presiden Soekarno merespon positif Gerakan Pandu ini, yang kemudian pimpinan pandu diberi amanat untuk mengefektifkan kepanduan sebagai komponen penting pembangunan bangsa.

Terbentuknya Gerakan Pramuka

Pada 30 Juli 1961, organisasi kepanduan berkumpul di Gelora Senayan. Mereka berikrar untuk meleburkan diri ke dalam satu organisasi kepanduan yang bernama Gerakan Pramuka. Kemudian, 30 Juli diperkenalkan sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Selanjutnya pada tanggal 14 Agustus 1961, secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat melalui Keppres Nomor 448 Tahun 1961. Saat itu, Presiden Soekarno melantik Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas) Kwartir Nasional (Kwarnas) dan Kwartir Nasional Harian (Kwarnari).

Kemudian setiap tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka. Adapun Lambang Pramuka berupa Tunas Kelapa yang ada saat ini disahkan dalam Keppres Nomor 238 Tahun 1961.(BR1)adv