WALHI dan Yayasan Konservasi Sumatera Soroti Kasus Perburuan Satwa Dilindungi

BENGKULU.Beritarafflesia.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), menyoroti kasus perburuan satwa jenis elang ular Bido yang membelit oknum Kepala Desa (Kades) Kota Lekat Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu, Senin (17/05/2021).

Direktur Eksekutif WALHI Daerah Bengkulu, Benny Ardiansyah mengatakan, pihaknya berharap masyarakat lebih bijak terhadap alam, hal ini dibutuhkan agar ekosistem tetap terjaga kelestariannya.

Ia pun berharap, supaya aparatur Negara dapat lebih inovatif dalam memberikan pemahaman dikalangan masyarakat.

Hal ini harus d sikapi supaya masyarakat dapat mudah mengetahui binatang apa saja yang dilindungi Undang- Undang.

Lanjut, Benny Ardiansyah “ kejadian ini sudah berlangsung jadikan acuan kedepan dan mari sama-sama kita menjaga ekosistem habitat hewan terutama hewan yang di lindungi, perlu adanya sosialisasi setidaknya berupa pamplet ataupun spanduk yang bertuliskan larangan berburu hewan yang di lindungi” Jelasnya.

Jadi sangat perlu penegakan hukum yang jelas, dengan menerapkan undang-undang nomor 5 tahun 1990, bagi pelaku perburuan satwa lindungi.

Dengan tujuan, untuk memberikan efek jera dan menjadi contoh bagi masyarakat secara umum, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali, Tutupnya. (Joe)