Bengkulu Utara Pemerintahan

Warga Enggano Siap Lepaskan Diri Dari Kabupaten Bengkulu Utara

ENGGANO, Beritarafflesia.com – Masyarakat Enggano akan kunjungi Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah untuk membahas terkait keinginan segenap warga Enggano untuk lepas dari Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (10/02/2020)

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Adat Enggano Ferdinand Kaarubi pada Minggu (09/02/2020).

“Ya rencananya besok kita beberapa perwakilan masyarakat Enggano akan menghadap pak Gubernur Rohidin Merysah,” jelas Ferdinand.

Ferdinand menjelaskan bahwa kedatangan tersebut yakni untuk menyatakan 10 tuntutan yang merupakan keluhan masyarakat seperti kelangkaan BBM, namun, tujuan utamanya yakni untuk menyampaikan bahwa segenap elemen sosial masyarakat di kawasan Enggano, dimulai dari Tokoh Adat, Pemuda, hingga Masyarakat sepakat untuk melepaskan diri dari wilayah Administrasi Bengkulu Utara.

Keinginan tersebut diakibatkan oleh jarak antara Enggano dengan pusat Kabupaten Bengkulu Utara yang dinilai terlalu jauh, sehingga mengganggu dalam urusan birokrasi. Selain itu, masyarakat Enggano juga menilai Pemkab Bengkulu Utara kurang perhatian dalam urusan kesejahteraan warga Kecamatan Enggano. Hal tersebut juga diperparah oleh kelangkaan BBM di wilayah Enggano akhir-akhir ini.

“Dikarenakan akses yang terlalu jauh ini lah penyebab faktor utama masyarakat Enggano ingin memisahkan diri dari Kabupaten BU, ditambah lagi dengan kurangnya perhatian dari Pemkab BU baik dari segi infrastruktur, Kesehatan dan SDM dan lainnya yang menambah keinginan masyarakat ingin lepas dari Kabupaten BU,” papar Ferdinand.

Di sisi lain, Ketua Forum Kades Kecamatan Enggano Reddy Kaitora menjelaskan bahwa masyarakat kerap mengeluhkan terkait alat transportasi. Kapal yang beroperasi disekitar Enggano merupakan jenis Kapal Perintis dengan kapasitas muatan kecil, sehingga, masyarakat tidak dapat secara maksimal mendistribusikan hasil tani. Alternatif lain selain menggunakan kapal perintis yakni dengan melalu transportasi jalur udara, namun harganya selangit.

“Ya, kalau dilihat kondisi saat ini memang keluhan masyarakat, karena tidak bisa membawa hasil bumi mereka dengan sepenuhnya, akibatnya banyak hasil bumi msayarakat yang membusuk begitu saja, karena kapasitas kapal perintis sedikit serta jadwal keberangkatan juga tidak setiap hari,” ungkap Reddy.

Permasalahan-permasalahan seoerti itulah yang dihadapi oleh masyarakat Enggano sehari-hari dan belum juga diberikan solusi oleh pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.(SP)

Share this:

Related posts

Kekurangan Bahan Pangan, Pemkot Siap Tampung Hasil Pertanian Masyarakat

Berita rafflesia

Data BMKG, DKP Kota Bengkulu Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi

Berita rafflesia

Kembangkan Usaha Daerah, Pemprov Daftarkan Kopi Robusta Bengkulu Ikut Misi Dagang Australia 2020

Berita rafflesia

Leave a Comment