Kota Bengkulu

Warga Sumur Dewa Resah, Akibat Aktivitas Tambang Galian Tanah “Ilegal”

Kota Bengkulu,Beritarafflesia.com- Warga rt 24 kelurahan Sumur Dewa Kecematan Selebar Kota Bengkulu,mengaku resah akbiat tambang galian tanah untuk pembangunan yayasan semarak unihaz merusak jalan dan becek di lingkungan tempat tinggal mereka, dan sering terjadi kecelakaan.

Putra warga yang berdomisili di wilayah setempat mengatakan, aktipitas tambang galian tanah tersebut sudah berlangsung selama lebih kurang 2 minggu. Akibat mobil dump Track setiap hari mengangkut tanah dari tambang ilegal yang melewati jalan tersebut, tanpa ada izin baik dari pemerintah setempat, terutama kepada ketua RT, dan warga.

“ Kami merasa resah dengan aktivitas tambang galian tanah yang melewati jalan ini, dan mereka juga juga tidak ada izin, baik dengan RT maupun kepada warga. Karena akibat mobil dump track yang setiap hari melewati jalan di lingkugan rumah penduduk ini,meyebabkan jalan rusak dan banyak debu” kata Putra kepada media ini sabtu (10/4/2021)

Selain itu apabila hari hujan warga yang melewati jalan tersebut sering terjadi kecelakaan, akibat jalan licin, karena banyak tanah kuning yang berserakan di badan jalan.

“ Apabila hari hujan kondisi jalan licin, selama tambang galian tanah kuning ini beraktipias, sudah 2 orang warga yang melewati jalan ini terjadi kecelakaan. Kalau sudah sekarat dan ada yang mati akibat kecelakaan, siapa yang akan bertaanggung jawab” Sambungnya

Dirinya juga berharap agar perimerintah kota Bengkulu mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tambang yang ilega ini.

“Saya mintak kepada pemerintah kota untuk menghentikan aktivitas tambang galian tanah ilegal ini,Karena kami sebagai penduduk disini sangat resah, jangan sampai ada oknum yang di untungkan dari aktivitas tambang ini, tapi kami masyarakat di sini menjadi korban dan tidak nyaman” keluh putra

Senada yang sampaikan Ketua RT 24,Rw 01 kelurahan sumur dewa kecematan selebar kota Bengkulu Iskandar, menurutnya aktipitas tambang pengerukan tanah ini tidak jelas peruntukan nya. Karena sejak awal tambang ini bergerak belum perna menyampaikan izin, baik secara lisan maupun tertulis.

“ Dari awal aktivitas tambang ini tidak ada izin, jadi saya selaku ketua RT, bingung menjawab jika ada warga yang kebetaran, karena kondisi rumah mereka dimasuki debu akibat kenderaan yang membawak tanah tersebut berserak di badan jalan. Bahkan bukan Cuma warga yang resah, pemerintah juga di rugikan akibat jalan banyak yang rusak” ungkap Iskandar

Sambung Ketua RT” Saya meminta kepada pemerintah kota Bengkulu dan Kepolisian Resor selebar untuk mengambil tindakan secepatnya, karena saya bersama warga disini sudah beberapa kali mengingatkan kepada pihak tambang yang mengeruk tanah tersebut, tapi tidak di gubris, Sehingga menganggu ketertiban umum” Tutupnya,(Pahri)

 

Share this:

Related posts

Tampak Bahagia Saat Penyandang Disabilitas Terima E-KTP dari Wawali

Berita rafflesia

Miliki Puluhan Paket Sabu, Siswa SMKN 2 Kota Bengkulu Ditangkap Polisi

Berita rafflesia

Walikota Bengkulu Launching Pembagian Sembako Door To Door, Warga Tetap Stay At Home

Berita rafflesia

Leave a Comment